Pengiriman sejumlah rapit test ke wilayah selatan Papua. Foto: Satgas Penanggulangan Covid-19 Papua.
Pengiriman sejumlah rapit test ke wilayah selatan Papua. Foto: Satgas Penanggulangan Covid-19 Papua.

900 Alat Rapid Test Didistribusikan ke Wilayah Selatan Papua

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 04 April 2020 13:29
Jayapura: Sebanyak 900 rapit test didistribusikan ke sejumlah wilayah di selatan Papua. Pengiriman ratusan rapid test menggunakan jasa penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) dan Associated Mission Aviation (AMA).
 
Juri Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule mengatakan pihaknya baru saja mengirimkan sejumlah rapid test ke beberapa kabupaten yang memiliki daftar orang dalam pemantauan (ODP) terbanyak.
 
"Iya, hari ini kami sudah distribusikan ke beberapa kabupaten khususnya dinwilayah selatan Papua," kata Silwanus kepada Medcom.id, Sabtu, 4 April 2020 melalui pesan singkatnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Silwanus merinci, ada empat rumah sakit yang telah menerima rapid test tersebut. Di antaranya, RS Merauke mendapat 400 rapid test, RS Mappi mendapat 200 rapid tes, RS Boven Digoel mendapat 120 rapit test, dan RS Asmat mendapat 180 rapit test.
 
Baca:300 Warga Bandung Ikut Rapid Test
 
"Rapit test ini di prioritaskan kepada ODP saja, untuk masyarakat umum yang tidak memiliki gejala belum jadi prioritas, tetapi kalau ada masyarakat yang tidak masuk dalam ODP dan memiliki gejala, bisa datang ke pusat layanan kesehatan untuk di periksa," ujarnya.
 
Dari data yang dikeluarkan Satgas per tanggal 3 April 2020 pukul 19.00 WIT, jumlah ODP, Kabupate Merauke mencapai 1.205 orang sedangkan PDP sebanyak empat orang, Kabupaten Mappi belum ada data ODP dan PDP namun kasus awal covid-19 di wilayah selatan Papua berawal dari Kabupaten Mappi.
 
Untuk di Kabupaten Boven Digoel tercatat ada 30 ODP dan tiga PDP, sedangkan di Kabupaten Asmat ODP sebanyak tujuh dan tidak ada ODP.
 
"Semoga rapit test tersebut dapat digunakan dengan baik, dan semoga ODP yang diperiksa nanti tidak ada yang berubah status menjadi PDP atau covid-19," ucap Silwanus
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif