ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pelibatan Anak Saat Demo di Beberapa Daerah Disebut Terorganisir

Nasional perlindungan anak Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Deny Irwanto • 14 Oktober 2020 17:31
Jakarta: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat banyaknya anak-anak dilibatkan dalam demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di berbagai daerah. Kondisi tersebut sangat disesalkan lantaran anak-anak atau pelajar juga terlibat bentrok dengan aparat pengaman demo.
 
"Yang memprihatinkan anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Baca: UU Cipta Kerja jadi Tonggak Baru Penguatan Koperasi dengan Prinsip Syariah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan sejumlah anak berstatus pelajat ditangkap saat aksi di beberapa lokasi di DKI Jakarta. Mereka ditangkap di depan Istana, Harmoni, Pasar Senen, Jembatan Layang Pasar Rebo, dan Bundaran HI. Pelajar tersebutdiduga berasal dari sekitar Jakarta yang didatangkan untuk menciptakan situasimemanas.
 
Arist mencatat untuk di Medan, Sumatra Utara, ditemukan ratusanpelajar berada di tengah-tengah masa yang menolak UU Ciptaker. Pelajar juga terlihat berada di tengah massa aksi berada di Makassar, Bandung, dan Pontianak.
 
Mereka terlibat dalam demonstrasi yang dilakukan elemen masyarakat buruh, mahasiswa serta aktivis pro demokrasi. Hal yang sama juga ditemukan di Pematangsiantar,Jawa Timur, dan Batam.
 
"Kami hanya diperintakan berkumpul di satu tempat, lalu disediakan kendaraan dan ada juga yang harus berjuang menumpang truk secara berantai," kata Arist mengutip pengakuan seoramg anak yang ditangkap di Polda Metro Jaya.
 
Atas pengakuan tersebut, Arist menyebut pelibatan anak-anak dilakukan secara diorganisir untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu. Menurutnya menggerakan anak dalam kegiatan politik yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka adalah bentuk kekerasan dan eksploitasi politik dan kejahatan terhadap kemanusia.
 
"Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu," jelas Arist.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif