ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

UU Cipta Kerja jadi Tonggak Baru Penguatan Koperasi dengan Prinsip Syariah

Ekonomi Omnibus Law UU Cipta Kerja
Al Abrar • 14 Oktober 2020 16:18
Jakarta: Wakil Ketua Umum P2N (Pengusaha dan Profesional NU) Lukman Edy menilai UU Cipta Kerja akan bermanfaat dan menunjang upaya pemajuan di bidang ekonomi syariah. Landasan hukum yang kokoh, menjadi alasan posisi dan peran koperasi dengan prinsip syariah menjadi kemajuan perekonomian Indonesia.
 
Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini juga menyebut dalam dekade terakhir ini menjadi waktu yang menggembirakan bagi kemajuan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia. Data Global Islamic Finance Report 2019 telah menempatkan Indonesia menjadi peringkat tertinggi mengenai kepemimpinan dan keuangan Islam global dengan capaian nilai 81,93.
 
Dengan prestasi ini tentunya masuk akal jika pemerintah membidik target untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat keuangan dan ekonomi syariah dunia yang tidak lain juga dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Draf UU Ciptaker Tiba di Istana
 
Adapun salah satu institusi yang menawarkan layanan dan produk keuangan syariah yang diharapkan dapat berkembang dengan baik untuk menunjang program peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat basis adalah Koperasi yang menjalankan usaha dengan prinsip syariah. Namun demikian sebelum ini, keberadaan koperasi syariah secara khusus ternyata belum memiliki landasan hukum yang kokoh dalam perundang-undangan yang ada.
 
"Dengan prestasi yang sudah dicapai selama ini, tentunya pemerintah berkehendak agar semua instrumen yang menunjang upaya pemajuan di bidang ekonomi ummat agar mendapatkan landasan hukum yang kokoh, tidak terkecuali posisi dan peran koperasi dengan prinsip syariah" kata Lukman Edy dalam acara Kajian Strategis bersama Indonesia Maju Institut (IMI) yang membahas tentang "Peluang dan Tantangan UU Ciptaker dalam Membangkitkan Ekonomi Ummat" di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut Lukman Edy, untuk semakin mendorong pertumbuhan dan geliat koperasi syariah dalam kancah pembangunan perekonomian nasional, merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat.
 
Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut dan menyelaraskan dengan perkembangan keadaan global, perlu adanya suatu ketentuan yang secara khusus mengatur tentang perkoperasian yang berbasis prinsip syariah di dalam suatu undang-undang.
 
Berdasarkan hasil kajian strategis IMI ini tergambar bahwa, Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disetujui oleh DPR ternyata telah memberikan angin segar tentang hal tersebut dengan memberikan landasan hukum bagi koperasi yang akan menjalankan usaha berdasarkan prinsip syariah melalui ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja dengan menambahkan ayat ke 4 pada pasal 43 dalam Undang- Undang Perkoperasian.
 
"Dengan ketentuan pasal baru yang ada di Undang-Undang Cipta Kerja, mulai dari landasan untuk dewan syariah hingga ketentuan lebih lanjut yang dimandatkan akan diatur dalam Peraturan Pemerintah, sudah jelas ada jaminan landasan hukum bagi koperasi yang akan melaksanakan kegiatan usaha syariah" imbuh Lukman.
 
Lebih lanjut, Lukman Edy menjelaskan tentang arti penting koperasi syariah yang mencakup dua keistimewaan sekaligus.
 
Pertama, bahwa koperasi baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha yang dijalankan melalui usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi diharapkan benar-benar berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.
 
Kedua, dengan penerapan prinsip ekonomi syariah akan semakin mendekatkan pada tatanan ekonomi yang maju, adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.
 
"Jadi, penantian aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang ingin membangun koperasi dengan prinsip syariah, sekarang sudah mulai terjawab dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang jelas memberi payung hukum yang kuat untuk koperasi dalam pelaksanaan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah" pungkasnya.
 
(ALB)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif