Saat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali dr. I Gede Putra Suteja mengikuti pemeriksaan saksi, di PN Denpasar, Selasa (13/10/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)
Saat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali dr. I Gede Putra Suteja mengikuti pemeriksaan saksi, di PN Denpasar, Selasa (13/10/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Postingan Jerinx Disebut Melemahkan Semangat Dokter

Nasional Virus Korona Jerinx SID
Antara • 13 Oktober 2020 14:18
Denpasar: Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali I Gede Putra Suteja mengatakan, narasi dari postingan yang diunggah akun terdakwa I Gede Ary Astina alias Jerinx dinilai dapat melemahkan semangat tenaga kesehatan. Terlebih dokter merupakan garda terdepan penanganan covid-19.
 
"Postingan Jerinx menurunkan semangat kami. Menuduh ini itu padahal adik-adik saya sudah bekerja sekuat tenaga. Dengan ada perkataan demikian membuat kami jadi lemah dan masyarakat tidak percaya dengan apa yang kita laksanakan di lapangan," kata I Gede Putra Suteja saat ditemui usai mengikuti persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Denpasar, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Dia mengatakan, setiap postingan dari hari ke hari menjelaskan bagaimana organisasi dibilang kacung. Dia menegaskan, setiap organisasi yang disebut kacung tidak akan menerima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami manusia juga harus diberikan penghargaan sebagai manusia. Kami manusia punya rasa, beberapa anggota saya sudah meninggal dan beberapa masyarakat yang tidak terlayani karena dokternya meninggal. Jangan semangat kami dibuat lemah dengan postingan-postingan itu," imbuhnya.
 
Baca:Pembelaan Jerinx Ditolak Hakim
 
Dia menerangkan, adanya postingan Jerinx membuat pihaknya melakukan rapat virtual anggota IDI. Sehingga pada 14 Juni 2020, diputuskan melapor ke Polda Bali.
 
"Dia orang baik, tetapi tatap juga anggota saya di belakang. Delapan jam pakai APD tidak bertemu keluarga beberapa hari dan diikuti dengan narasi begini. Saya sebagai anggota profesi kan harus menjaga marwahnya teman-teman, marwah profesi saya jaga. Dia orang baik tapi narasi dia yang membuat kami melaporkan ini," ucap Suteja.
 
Sementara itu, dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi tersebut, majelis hakim juga mengajukan pertanyaan kepada saksi pelapor (Ketua IDI Bali) terkait pelaporan postingan Jerinx.
 
"Terkait dengan adanya peristiwa yang saudara ketahui, bagaimana saudara mengetahui apakah mendengar dulu dari orang atau melihat langsung postingan tersebut?" kata majelis hakim anggota I Made Pasek.
 
Baca:Polisi Periksa Korlap Aksi Massa Pendukung Jerinx
 
Menanggapi pertanyaan hakim tersebut, saksi pelapor Suteja menjawab awalnya di grupnya IDI Bali ada yang mengirimkan postingan dari akun seseorang. Kemudian, bertambah marak dan menghujat-hujat IDI Bali.
 
"Dari sana teman-teman grup WA meminta kepada saya melaporkan saja hal ini. Pada saat itu, teman-teman di lapangan berjuang demi covid-19 tapi terganggu atas postingan tersebut," ucap Suteja.
 
Dia menambahkan, bahwa ada berita disebut kacung WHO, melemahkan anggota IDI Bali. Padahal, kata dia, dokter di garda terdepan dalam penanganan covid-19 sehingga menyebabkan masyarakat tidak percaya dokter.
 
"Hal itu yang menyebabkan saya melaporkannya. Saya harus menjaga kehormatan IDI dan jadi tugas kami menjaga kehormatan profesi dokter," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif