Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 di Jepara Saling Lempar

Nasional Virus Korona covid-19 Protokol Covid-19
Rhobi Shani • 20 Desember 2020 15:08
Jepara: Pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah provinsi mengangkut limbah medis covid-19 tak lagi mengambil limbah infeksius itu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebab volume yang mesti diangkut tidak sesuai. Akibatnya, saat ini limbah covid-19 menumpuk di TPA Bandengan.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mundrikatun, mengatakan setelah pihak ketiga tak lagi mengambil limbah medis covid-19, penanganan selanjutnya diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup.
 
“(Kewenangannya) ada di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) yang mengambil dan mengolah. Kami hanya mengumpulkan saja. Rakerprov (rapat kerja provinsi) kemarin, setelah provisi tidak mengambil dipasrahkan DLH,” ujar Mundrikatun, Minggu, 20 Desember 2020.
 
Saat ini lebih kurang satu ton limbang infeksius covid-19 menumpuk di gudang TPA Bandengan milik DLH. Limbah itu sudah dalam kemasan kardus.
 
Kepala DLH Kabupaten Jepara, Elida Farikha, mengatakan tidak memiliki anggaran untuk pengelolaan limbah medis covid-19. Sehingga saat ini pihaknya hanya bisa mengambil dari tiap-tiap Puskesmas untuk dibawa ke TPA.
 
Baca: Kasus Positif Covid-19 Naik, Masyarakat Diimbau Tetap Pakai Masker dan Jaga Jarak
 
“Terus terang kami tidak ada anggaran, makanya besok baru diajukan. Nantinya apakah di DLH atau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Karena anggaran (penanganan) covid-19 ini ada di BPBD dan Dinas Kesehatan,” kata Elida.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala BPBD Kabupate Jepara, Kusmiyanto, mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan DLH. Hasilnya, dua instansi tersebut menyatakan tidak siap.
 
“Kalau bagi tugas mestinya dinas terkait, tapi kalau dinas terkait tidak ada anggaran ya, nanti bergantung perintah pimpinan (bupati). Kalau nanti dianjurkan BPBD ya, kami akan ikuti. Kalau saling melempar tidak akan selesai,” ucap Kusmiyanto.
 
Bila nantinya penanganan limbah infeksius ditangani BPBD, Kusmiyanto, mengungkapkan pihaknya terkendala jumlah personel dan penanganan. Sebab, terhadap limbah infeksius butuh penanganan khusus.
 
“Tapi bergantung besok hasil rapatnya seperti apa. Kalau memang diserahkan BPBD, ya nanti kami akan carikan pihak ke tiga,” terang Kusmiyanto.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif