Jajaran Polres Bantul saat menunjukkan belasan ribu butir obat-obatan yang diduga disalahgunakan pelaku klithih. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Jajaran Polres Bantul saat menunjukkan belasan ribu butir obat-obatan yang diduga disalahgunakan pelaku klithih. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Pelaku Klitih Konsumsi Narkoba sebelum Beraksi

Nasional kejahatan
Ahmad Mustaqim • 11 Februari 2020 17:05
??Bantul: Sejumlah kasus kejahatan jalanan yang dilakukan acak atau klitih diduga dibarengi penyalahgunaan narkoba. Polres Bantul menangkap sejumlah tersangka klitih sekaligus penyalahgunaan narkoba.
 
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satuan Reserse Narkoba Polres Bantul, Inspektur Satu Langgeng Utomo, mengatakan sebanyak lima orang terkait penyalahgunaan narkotika. Mereka yakni Rian Hadi Saputra, 20, warga Kota Yogyakarta; Dandi Krisna, 21, warga Magelang; Rizal Rois, 19, warga Klaten; Galang Putra, 18, warga Yogyakarta; dan Ilham Pramudya, 21, warga Jakarta.
 
"R (Rizal Rois) ini Indikasi penggunaan narkotika, berkembang ke kejahatan jalanan atau klitih," kata Langgeng di Polres Bantul, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langgeng mengatakan pelaku klitih telah mengonsumsi narkotika dalam empat bulan terakhir. Pelaku membeli secara eceran dari sejumlah tersangka yang telah ditangkap.
 
Polisi menyita lebih dari 15 ribu butir pil kategori narkotika dan tembakau gorila kemasan. Barang terlarang itu dibeli lewat media sosial.
 
"Setelah mengonsumsi (obata-obatan) efeknya katanya lebih berani. Klitih kalau tak konsumsi miras atau narkoba tidak pede," ujarnya.
 
Langgeng menuturkan, bedasarkan keteran pelaku R baru pertama melakukan klithih. R mengaku membawa pedang.
 
"Memang obat-obatan ini dijual eceran dengan sasaran ke remaja dan pelajar. Per 10 butir herganya Rp30 ribu hingga Rp40 ribu," ungkapnya.
 
Rizal mengaku obat-obatan tersebut bisa membuatnya berhalusinasi setelah mengonsumsi. Setelah mengonsumsi, Rizal dengan temannya melakukan klithih.
 
"Jadi lebih berani. Pasti pakai. Sasaran klitih random. Rata-rata (pelaku klitih) ada yang pakai (obat-obatan), ada iya ada yang tidak," aku Rizal.
 
Polres Bantul menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undangt-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana pasal tersebut yakni penjara minimal lima tahun serta paling lama 20 tahun.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif