NEWSTICKER
Petugas kepolisian membawa tersangka aksi kejahatan dan kekerasan jalanan yang sering disebut 'klitih'oleh masyarakat Yogyakarta saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (14/3). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Petugas kepolisian membawa tersangka aksi kejahatan dan kekerasan jalanan yang sering disebut 'klitih'oleh masyarakat Yogyakarta saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (14/3). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bocah Korban Klitih di Yogyakarta Tewas

Nasional penganiayaan
Ahmad Mustaqim • 12 Januari 2020 11:11
Bantul: Seorang bocah asal Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Fatur Nizar Rakadio, meninggal di RSUP Dr Sardjito pada Kamis, 9 Januari 2019. Lelaki berusia 16 tahun meninggal dengan banyak luka sejak menjadi korban kriminal jalanan atau klitih di kawasan Selomapioro, Kecamatan Imogiri, 14 Desember 2019.
 
"Dengan luka parah di beberapa bagian tubuh, ada yang bilang anak saya luar biasa bisa bertahan sampai Kamis kemarin," kata Deddy Indrihartono, ayah Fatur, di kediamannya, Sabtu, 11 Januari 2020.
 
Deddy mengatakan hasil rekam medis menunjukkan Fatur patah tulang ekor, punggung, dan tulang leher. Fatur sempat dirawat di RS Nur Hidayah dan dirujuk di RS swasta di Yogyakarta. Mengetahui tiga titik luka parah, Fatur dirujuk lanjut ke RSUP Dr Sardjito.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Deddy Fatur sempat membaik dan bisa diajak komunikasi. Namun operasi tak bisa dilakukan lantaran kondisinya belakangan kian memburuk. Meninggal pada Kamis lalu, pelajar SMK negeri di Sleman itu dikebumikan pada Jumat, 10 Januari 2020.
 
"Banyak teman-teman sekolahnya tak takziyah kemarin," ungkap Deddy.
 
Deddy maupun Budiastuti, ibunda Fatur, tak tahu pasti kejadian yang menimpa anaknya. Informasi yang mereka dapatkan, Fatur dan temannya diserang saat perjalanan pulang dari wisata pantai di Gunungkidul.
 
Fatur dan rombongan temannya yang wisata itu dihadang rombongan dari arah berlawanan. Fatur menjadi salah satu korban yang jatuh tersungkur dari sepeda motor. Pada saat itulah kejadian kekerasan tak terelakkan.
 
"Ada teman-teman anak saya yang juga jatuh. Tapi memang anak saya yang luka parah," kata dia.
 
Perkembangan teranyar, Deddy mengatakan pelaku penyerangan telah ditangkap Polres Bantul. Deddy tak menyangka anaknya yang masih memiliki masa depan panjang harus berakhir kisah hidupnya dengan cara tragis.
 
Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Bantul, Ajun Komisaris Riko Sanjaya membenarkan terduga pelaku penyerangan telah ditangkap. Ia mengatakan masih mengembangkan kasus itu.
 
Menurutnya kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang yang ditangkap. Meskipun Riko belum bersedia menjelaskan rincian kelanjutan kasus itu.
 
"Sudah ada tersangkanya. Intinya kasus masih dalam pendalaman," ujarnya.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif