Pemkot Madiun menyiagakan sebanyak tujuh mesin pompa air guna mengantisipasi potensi bencana banjir yang rawan terjadi di wilayah setempat saat musim hujan berlangsung. ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
Pemkot Madiun menyiagakan sebanyak tujuh mesin pompa air guna mengantisipasi potensi bencana banjir yang rawan terjadi di wilayah setempat saat musim hujan berlangsung. ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Antisipasi Banjir, Pemkot Madiun Siagakan Tujuh Mesin Pompa Air

Nasional banjir tanah longsor cuaca ekstrem musim hujan bencana alam angin kencang Hujan Deras La Nina
Antara • 15 November 2021 23:53
Madiun: Pemerintah Kota (Pemkot) Jawa Timur menyiagakan sebanyak tujuh mesin pompa air untuk mengantisipasi potensi bencana banjir yang rawan terjadi di wilayah setempat saat musim hujan.
 
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto, mengatakan tujuh mesin pompa tersebut berfungsi untuk menyedot genangan air kiriman saat curah hujan tinggi.
 
"Pemkot Madiun memiliki tujuh mesin pompa air. Kondisi tujuh pompa air tersebut masih layak dan siap digunakan," kata Suyanto di Madiun, Senin, 15 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Tuntutan Jaksa Terhadap Istri Omeli Suami Dinilai Memaksakan
 
Dia menjelaskan tujuh unit mesin pompa air itu tersebar di beberapa titik. Yakni satu unit berada di Jalan Kaswari dengan daya sedot mencapai 850 liter per detik. Dua unit lainnya berada di Gang Pancasila dengan satu power penggerak berkapasitas 1.000 liter per detik.
 
"Empat unit lainnya di Jalan Pandan. Kapasitas masing-masing 1.000 liter per detik," jelasnya.
 
Kondisi pompa air yang dimiliki kini dalam keadaan prima. Dengan kemampuan masing-masing, 70% untuk pompa air Jalan Pandan dan lainnya 80%.
 
Rencananya dua unit mesin pompa baru akan ditambahkan di titik Jalan Kaswari Kota Madiun. Saat ini masih dalam proses.
 
"Pengadaan sudah diajukan tapi karena "refocusing" anggaran untuk penanganan pandemi, kita usulkan lagi tahun depan," jelasnya.
 
Pihaknya mengoptimalkan tujuh unit mesin pompa air yang ada. Dengan keberadaan mesin-mesin tersebut diharapkan penanganan banjir dan genangan air di Kota Madiun saat curah hujan tinggi dapat maksimal.
 
Seperti diketahui sesuai pemetaan BPBD setempat selama musim hujan, Kota Madiun rawan terjadi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan angin puting beliung.
 
Adapun potensi banjir terjadi di sisi timur kota. Yakni Kelurahan Pilangbango, Rejomulyo, Tawangrejo, dan Kelun. Hal itu akibat kiriman air dari aliran anak sungai Bengawan Madiun di lereng Gunung Wilis.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif