Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memantau dampak hujan ekstrem yang melanda pada Selasa malam, 1 November hingga pagi ini.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi, mengatakan patroli dilakukan untuk memastikan keselamatan warga.
"Hingga pagi ini Tim Reaksi Cepat di masing-masing UPT (Unit Pelaksana Teknis) BPBD masih melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan," kata Wijonardi di Cilacap, Rabu, 2 November 2022.
Dia menjelaskan berdasarkan data sementara, di wilayah UPT BPBD Wilayah Cilacap terdapat genangan di Perumahan BKD Cilacap Utara dan Jalan Kelinci Mertasinga dengan tinggi muka air melampaui batas rata-rata tahunan yang berkisar 20-30 sentimeter.
Selain itu, talut sungai di sebelah utara Rumah Sakit Santa Maria Cilacap dilaporkan ambrol malam tadi sekitar pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya di wilayah UPT BPBD Wilayah Kroya, terdapat genangan di perbatasan Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun, dan Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, yang diduga akibat adanya penyumbatan pada gorong-gorong saluran tersier yang melintasi jalan raya.
"Kemudian di Desa Gentasari (Kecamatan Kroya) dan sekitarnya yang merupakan wilayah langganan banjir, pagi ini terjadi genangan dan masyarakat setempat telah siaga bencana," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan.
Sementara di UPT BPBD Wilayah Sidareja dan UPT BPBD Wilayah Majenang, kata dia, tidak terjadi cuaca ekstrem sehingga situasi aman dan terkendali.
Sementara Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan berdasarkan pantauan data curah hujan 2 November 2022, hujan ekstrem telah terjadi dan terkonsentrasi di pesisir selatan Cilacap.
??????Wilayah dimaksud seperti di daerah Adipala yang mencapai 250 milimeter, di BMKG Cilacap 207 mm, Maos 206 mm, Gumilir 203 mm, Pos BMKG Tunggul Wulung 189 mm, dan Binangun 152 mm.
Sementara untuk wilayah Cilacap bagian tengah dan barat, curah hujan ringan hingga lebat terpantau di Kedungreja 54 mm, Karangpucung 47 mm, Cipari 23 mm, Cimanggu 6 mm, dan Majenang 5 mm.
"Warga di pesisir selatan Cilacap harus lebih waspada, mengingat potensi curah hujan lebat masih berpeluang dalam beberapa hari ke depan," ungkap Teguh.
Selain di Cilacap, kata dia, hujan lebat hingga sangat lebat juga terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas seperti Klapagading 112 mm, Banteran 112 mm, Jatilawang 121 mm, dan Kecamatan Banyumas 71 mm.
Sedangkan wilayah Banyumas lainnya, lanjut dia, cenderung hujan ringan hingga sedang seperti di Sumbang 22 mm, Cikidang 44 mm, Gumelar 16 mm, dan Bendung Ketenger 20 mm.
"Adapun di wilayah Kabupaten Kebumen, hujan lebat hingga sangat lebat terkonsentrasi di wilayah selatan seperti di Ayah 105 mm, Podourip 71 mm, dan Klapasawit 58 mm, sedangkan wilayah lainnya hujan ringan hingga sedang," ujarnya.
Cilacap: Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap,
Jawa Tengah, memantau dampak
hujan ekstrem yang melanda pada Selasa malam, 1 November hingga pagi ini.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi, mengatakan patroli dilakukan untuk memastikan keselamatan warga.
"Hingga pagi ini Tim Reaksi Cepat di masing-masing UPT (Unit Pelaksana Teknis) BPBD masih melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan," kata Wijonardi di Cilacap, Rabu, 2 November 2022.
Dia menjelaskan berdasarkan data sementara, di wilayah UPT BPBD Wilayah Cilacap terdapat genangan di Perumahan BKD Cilacap Utara dan Jalan Kelinci Mertasinga dengan tinggi muka air melampaui batas rata-rata tahunan yang berkisar 20-30 sentimeter.
Selain itu, talut sungai di sebelah utara Rumah Sakit Santa Maria Cilacap dilaporkan ambrol malam tadi sekitar pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya di wilayah UPT BPBD Wilayah Kroya, terdapat genangan di perbatasan Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun, dan Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, yang diduga akibat adanya penyumbatan pada gorong-gorong saluran tersier yang melintasi jalan raya.
"Kemudian di Desa Gentasari (Kecamatan Kroya) dan sekitarnya yang merupakan wilayah langganan banjir, pagi ini terjadi genangan dan masyarakat setempat telah siaga bencana," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan.
Sementara di UPT BPBD Wilayah Sidareja dan UPT BPBD Wilayah Majenang, kata dia, tidak terjadi cuaca ekstrem sehingga situasi aman dan terkendali.
Sementara Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan berdasarkan pantauan data curah hujan 2 November 2022, hujan ekstrem telah terjadi dan terkonsentrasi di pesisir selatan Cilacap.
??????Wilayah dimaksud seperti di daerah Adipala yang mencapai 250 milimeter, di BMKG Cilacap 207 mm, Maos 206 mm, Gumilir 203 mm, Pos BMKG Tunggul Wulung 189 mm, dan Binangun 152 mm.
Sementara untuk wilayah Cilacap bagian tengah dan barat, curah hujan ringan hingga lebat terpantau di Kedungreja 54 mm, Karangpucung 47 mm, Cipari 23 mm, Cimanggu 6 mm, dan Majenang 5 mm.
"Warga di pesisir selatan Cilacap harus lebih waspada, mengingat potensi curah hujan lebat masih berpeluang dalam beberapa hari ke depan," ungkap Teguh.
Selain di Cilacap, kata dia, hujan lebat hingga sangat lebat juga terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas seperti Klapagading 112 mm, Banteran 112 mm, Jatilawang 121 mm, dan Kecamatan Banyumas 71 mm.
Sedangkan wilayah Banyumas lainnya, lanjut dia, cenderung hujan ringan hingga sedang seperti di Sumbang 22 mm, Cikidang 44 mm, Gumelar 16 mm, dan Bendung Ketenger 20 mm.
"Adapun di wilayah Kabupaten Kebumen, hujan lebat hingga sangat lebat terkonsentrasi di wilayah selatan seperti di Ayah 105 mm, Podourip 71 mm, dan Klapasawit 58 mm, sedangkan wilayah lainnya hujan ringan hingga sedang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)