Salah satu perajin batik tuna rungu sedang mengerjakan batik motif Mandalika di Solo, Jumat (18/3/2022). ANTARA/Aris Wasita
Salah satu perajin batik tuna rungu sedang mengerjakan batik motif Mandalika di Solo, Jumat (18/3/2022). ANTARA/Aris Wasita

Populer Daerah: Batik Tulis Motif MotoGP Hingga Pembuang Mayat Ditangkap

Nur Azizah • 19 Maret 2022 07:00

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah meringkus seorang pria pelaku pembunuhan seorang wanita dan anaknya yang jasadnya dibuang di bawah jembatan tol Semarang-Solo di wilayah Kota Semarang.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Djuhandani mengatakan tersangka DCEW, 31, warga, Lasem, Kabupaten Rembang, merupakan kekasih korban yang bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya, 32, warga Yogyakarta.
 
Sedangkan, anak korban yang turut dibunuh pelaku ditemukan sudah dalam kondisi kerangka diketahui bernama Muhammad Faeyza Alfarizqi, 5. Kasus terungkap berawal dari penyebaran informasi tentang penemuan jasad korban Sweetha melalui media sosial yang direspons oleh masyarakat.
 
"Dari respons yang masuk diperoleh informasi kesamaan orang berdasarkan barang-barang pribadi milik korban," ungkapnya.
 
Setelah diketahui identitas korban, polisi menelusuri keberadaan anak korban. Polisi mencurigai 
di sekitar lokasi pembuangan jasad korban Sweetha yang akhirnya menemukan kerangka tubuh anak kecil yang diduga anak korban.
 
Baca: Polisi Temukan Kerangka Anak Kecil di Kolong Tol Semarang-Sol
 
Dari penelusuran itu, diperoleh informasi jika anak kedua korban ini sempat dititipkan kepada tersangka yang merupakan tunangannya itu. Jasad anak korban dibuang lebih dahulu oleh pelaku pada 20 Februari 2022. Ia menjelaskan bocah 5 tahun tersebut diduga tewas setelah dianiaya pelaku.
 
Ia mengungkapkan pelaku memutuskan memilih membuang korban di bawah jembatan tol berdasarkan survei melalui aplikasi Google Maps. "Pelaku beralasan lokasi itu jauh dari permukiman," ucapnya.
 
Hilangnya Faeyza, membuat korban curiga dan menanyakannya ke pelaku. Pelaku akhirnya membunuh korban Sweetha di sebuah hotel di Semarang setelah dirongrong terus-menerus mengenai keberadaan anaknya.
 
"Jasad korban Sweetha dibuang ke lokasi yang sama karena pelaku berpikir keberhasilan dari aksi pertamanya yang tidak terungkap," tuturnya.
 
Saat ini, kata dia, penyidik masih mendalami lokasi yang diduga sebagai tempat penganiayaan korban Faeyza hingga tewas.
 
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
 
Sementara Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Sumi Hastry menyebut terdapat luka di bagian leher Sweetha yang diduga sebagai penyebab korban mati lemas. "Setelah korban meninggal baru dibuang ke bawah jembatan tol," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(NUR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif