Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Komisaris Besar Yuliyanto. Medcom.id/ahmad mustaqim
Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Komisaris Besar Yuliyanto. Medcom.id/ahmad mustaqim

Polisi Buru Sosok Pemberi Ide Sate Sianida

Nasional keracunan Kasus Pembunuhan makanan berbahaya
Ahmad Mustaqim • 05 Mei 2021 07:30
Yogyakarta: Penyidik kepolisian kini tengah mendalami sosok berinisial R dalam kasus pengiriman sate mengandung racun kalium sianida (KCN). R sempat disebut NA, perempuan asal Majalengka, Jawa Barat, tersangka dalam kasus tersebut.
 
"Hasil pemeriksaan NA, ada campur tangan R. Kami baru melaksanakan pendalaman," kata dia di Mapolda DIY, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Dalam keterangan NA kepada polisi, R disebut sempat memberikan masukkan untuk memberikan pelajaran kepada anggota kepolisian Aiptu Tomy karena dianggap membohongi NA. NA kemudian membeli racun lewat toko layanan jual beli daring. Racun tersebut lantas ditaburkan ke dalam sate dan dikirimkan ke alamat tempat tinggal Aiptu Tomy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Begini Cara Kerja Racun Sianida yang Menyebabkan Kematian
 
R lantas menyarankan NA mengirim paket makanan sate itu lewat ojek daring tanpa lewat aplikasi. NA pun melakukan hal itu. Belakangan, paket makanan itu ditolak oleh orang yang ada di alamat tujuan dan dibawa pengemudi ojek daring, Bandiman.
 
Paket makanan itu dibawa pulang Bandiman dan diberikan kepada anak istrinya. Nahas, sang anak inisial NFB meninggal tak lama usai memakan sate mengandung sianida itu.
 
Yuliyanto enggan menyebut rinci sejauh apa hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Ia mengatakan polisi masih melakukan upaya pembuktian
 
Baca: NA Beli Racun Sianida Secara Online
 
"Apakah betul sosok (R) yang ada, atau ilusi saja. R masih didalami, apakah betul-betup terlibat, belun bisa kami pastikan," ujarnya.
 
Sementara, Yuliyanto juga masih menutupi rapat soal Aiptu Tomy. Ia mengaku belum tahu apakah ia sudah diperiksa atau belum oleh penyidik.
 
"Kami juga menemukan memang ada transaksi pemesanan racun (sianida) lewat online. Harganya Rp250 ribu seberat 250 gram. Identitas pemesan racun itu adalah TN," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif