LBH Makassar yang juga pendamping atau kuasa hukum dari korban radupaksa terhadap tiga orang anak, di Jalan Nikel, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 9 Oktober 2021. Muhammad Syawaluddin/Medcom.id
LBH Makassar yang juga pendamping atau kuasa hukum dari korban radupaksa terhadap tiga orang anak, di Jalan Nikel, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 9 Oktober 2021. Muhammad Syawaluddin/Medcom.id

LBH Makassar Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus Rudapaksa 3 Anak oleh Ayahnya

Nasional pemerkosaan Makassar Bapak Perkosa 3 Anak
Muhammad Syawaluddin • 11 Oktober 2021 14:43
Makassar: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar meminta Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus dugaan pemerkosaan tiga orang anak oleh ayah kandungnya di Kabupaten Luwu Timur. Polres Luwu Timur dinilai tidak kompeten dalam menangani kasus tersebut. 
 
Wakil Direktur LBH Makassar, Azis Dumpa, mengatakan alasan pihaknya tidak memercayai proses atau penanganan kasus kekerasan seksual terhadap tiga anak tersebut. Polres Luwu Timur menyebut identitas  korban dalam postingan di media sosial. 
 
"Ini menandakan bahwa Polres Lutim tidak profesional dalam melakukan penanganan perkara anak," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 11 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Azis menjelaskan, selain menyebut identitas korban dan ibu korban, Polres Luwu Timur dalam penanganan kasus dinilai malaprosedur. Khususnya saat menetapkan tidak ada bukti dalam kasus tersebut. 
 
"Seharusnya ada pemeriksaan saksi lain, penggalian petunjuk lain yang sangat mungkin dilakukan oleh penyidik," jelasnya. 
 
Baca: LBH Makassar Temukan Kejanggalan Penyelidikan Kasus Bapak Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur
 
Koordinator Divisi Perempuan, Anak, dan Disabilitas, Rezky Pratiwi, menjelaskan, seharusnya polisi fokus utamanya adalah penanganan kekerasan seksual terhadap anak merujuk pada pernyataan korban.  
 
"Berangkatnya di situ, kita harus berangkat pada pengakuan dari anak. Kalau anak sudah mengatakan mengalami, semestinya proses penyelidikan yang mengikuti," ujarnya. 
 
Ia mendesak kepolisian harus membuka kembali kasus tersebut. Bahkan pihaknya siap membantu dalam penanganan kasus dugaan radupaksa terhadap tiga anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya itu. 
 
"Yang kita kritisi adalah caranya (pihak kepolisian) mengambil bukti. termasuk P2TP2A Luwu Timur," jelasnya lagi. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif