ondisi rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat, Senin (25/10). Foto : BPBD Kabupaten Sanggau.
ondisi rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat, Senin (25/10). Foto : BPBD Kabupaten Sanggau.

Sungai Kapuas Meluap, Ribuan Rumah di Sanggau Kalbar Terendam

Medcom • 31 Oktober 2021 06:56
Jakarta: Sebanyak 1.000 lebih rumah warga di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terendam banjir. Terdapat lima kecamatan terdampak dengan ketinggian air bervarias berkisar antara 10 - 50 sentimeter.
 
"Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai kapuas yang terjadi pada Senin, 25 Oktober 2021 pukul 05.00 WIB," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan resmi, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Dia memerinci lima kecamatan yang terdampak, yakni Desa Kuala Rosan di Kecamatan Meliau; Desa Melungai, Desa Pedalaman, Desa Kawat, Desa Pulau Tayan Utara di Kecamatan Tayan Hilir; Desa Balai Sebut di Kecamatan Jangkang.

Kemudian Desa Inggis, Desa Kedukul, Desa Semuntai di Kecamatan Mukok; dan Desa Penyeladi Hilir, Desa Semerangkai, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kelurahan Beringin, Kelurahan Tanjung Kapuas di Kecamatan Kapuas.
 
"Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu, 31 Oktober, pukul 12.50 WIB, banjir mengakibatkan 1.166 KK atau 4.112 jiwa terdampak," jelasnya. 
 
Baca: Akses 141 KK Warga PPU yang Terisolasi Sudah Terbuka
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Senggau segera melakukan pendataan lanjutan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Saat ini, BPBD Senggau bersama tim gabungan tengah mendirikan posko pengungsian di beberapa titik.
 
"Namun warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi logistik juga terus dilakukan bagi warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar," ungkapnya.
 
Melihat prakiraan cuaca BMKG hingga Senin, 1 November 2021, wilayah Kabupaten Senggau berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir. Sementara itu, analisis InaRISK menyebutkan bahwa Kabupaten Senggau merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. 
 
Dalam menghadapi potensi La Nina yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.
 
Salahsatunya dengan mengecek ketinggian air di sekitar tempat tinggal apabila terjadi hujan dengan durasi yang cukup lama. Selain itu masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan potensi risiko sekitar dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan seperti BMKG dan InaRISK.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>