Ilustrasi--Warga menyaring air tanah yang akan digunakan untuk mencuci pakaian di Desa Sukaringin, Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Fakri Hermansyah)
Ilustrasi--Warga menyaring air tanah yang akan digunakan untuk mencuci pakaian di Desa Sukaringin, Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Fakri Hermansyah)

Gunungkidul Terus Menggali Potensi Air

Nasional kemarau kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih
Media Indonesia.com • 07 Oktober 2021 06:51
Gunungkidul: Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), acap kali dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih di musim kemarau. Namun, itu dulu.
 
Seperti diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Yogyakarta, Dwi Purwantoro, daerah ini memiliki sumber air bawah tanah yang cukup banyak.
 
"Struktur tanah yang ada di Gunungkidul adalah tanah berpori-pori sehingga air cepat menyusut dan mudah meresap. Potensi air bawah tanahnya besar sehingga BBWS akan terus mendorong program strategis dan pembangunan infrastruktur pemanfaatan air," ungkap Dwi, saat bertemu Bupati H Sunaryanta, Rabu, 7 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Badan Geologi Teliti Pergerakan Tanah di Cidadap
 
Salah satunya, lanjut dia, ialah mendukung rencana pemkab memanfaatkan potensi sumber air Ngobaran dan Seropan sebagai air baku.
 
Sementara itu, Sunaryanta mengaku masih terus berusaha menuntaskan masalah air di wilayah selatan dengan melakukan berbagai pengembangan.
 
"Kami akan memanfaatkan setiap potensi sumber air untuk pemenuhan kebutuhan air baku."
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif