Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Jumat, 6 Maret 2020. (Medcom.id/Amaluddin)
Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Jumat, 6 Maret 2020. (Medcom.id/Amaluddin)

Gisella dan Tyas Mirasih Akui Dapat Voucher

Nasional hacker
Amaluddin • 06 Maret 2020 19:19
Surabaya: Dua artis Gisella Anastasya dan Tyas Mirasih telah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Mapolda Jatim sejak pukul 09.50 WIB hingga 16.30 WIB. Keduanya mengaku dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus pembobolan kartu kredit atau carding.
 
"Ada 30 pertanyaan yang ditanyakan penyidik tadi," kata Tyas dan Gisella usai menjalani pemeriksaan Jumat, 6 Maret 2020.
 
Baca: Gisella dan Tyas Mirasih Penuhi Panggilan Polda Jatim

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tyas mengaku tidak mengenal para pelaku pembobol kartu kredit. Ia juga tidak pernah mendapat uang setelah endorse @tiketkekinian. "Saya dapat endorse satu kali. Saya juga tidak dapat uang, hanya dapat voucher kamar hotel Rp5 juta," jelas Tyas.
 
Senada juga disampaikan Gisella yang mengaku tidak kenal dengan para tersangka. Ia mendapat endorse melalui asistennya sebanyak dua kali. Gisella juga tidak pernah menerima uang hasil endorse.
 
"Kalau uang sih kita gak dapat. Tapi kalau saya dapat voucher tiket gratis Jakarta-Malaysia senilai Rp25 juta," ungkap Gisella.
 
Baca: Dua Publik Figur Diperiksa di Mapolda Jatim Terkait Carding
 
Kasus ini bermula saat kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meringkus empat tersangka kejahatan illegal access, pembobolan kartu kredit atau carding. Kasus ini melibatkan sejumlah selebritis dan selebgram.
 
Empat tersangka yang diamankan tersebut antara lain Sergio Chondro (SC), M Farhan Darmawan (MFD), Mila Deli Ruby (MDR) dan Meliana Kurniawan (MK). Tiga tersangka pertama adalah pengelola tiket agen perjalanan, yang menawarkan jasanya di Instagram @tiketkekinian. Sedangkan MK juga tersangka dalam akun lain, yang serupa.
 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP, dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda Rp 5 Miliar.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif