Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil. Medcom.id/Roni Kurniawan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil. Medcom.id/Roni Kurniawan

180 Ribu Dosis Vaksin di Jawa Barat Kedaluwarsa Akhir Januari

Roni Kurniawan • 04 Januari 2022 19:08
Bandung: Sebanyak 180 dosis vaksin covid-19 AstraZeneca dan Pfizer di Jawa Barat akan memasuki masa kedaluwarsa pada akhir Januari 2022. Vaksin tersebut pun direncanakan akan digunakan untuk booster.
 
"Kita di semua provinsi ada yang kadaluarsa rata-rata Astrazenica dan Prizer. Jabar tidak sebanyak provinsi lain kita hanya 180 ribu (dosis), beda dengan daerah yang lain," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa, 4 Januari 2022.
 
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku akan menggunakan vaksin tersebut untuk booster terhadap TNI, Polri dan tenaga kesehatan (nakes) yang mayoritas telah mendapatkan dua kali vaksinasi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika mepet kita beri booster, tapi untuk nakes dan TNI Polri. Itu kebijakan di Jabar sebagai benteng tembahan mereka bertugas cegah covid di garda depan," cetusnya.
 
Baca: 12.514 Dosis Vaksin di Riau Kedaluwarsa
 
Namun, Emil menyebut tidak memungkinkan vaksin tersebut digunakan untuk pejabat, kepala daerah serta anggota dewan agar bisa dimanfaatkan sebelum masa kedaluwarsa.
 
"Tapi tetap fokus pada anak usia 6-11 tahun, tapi jika kepepet itu waktu kedaluwarsa 18-30 Januari 2022, maka akan digunakan untuk booster," bebernya.
 
Emil berharap, vaksin tersebut bisa digunakan sebelum masa kedaluwarsa. Terlebih Jabar saat ini terus melakukan vaksinasi dengan target 150 ribu hingga 200 ribu dosis per hari.
 
"Saya optimis Insyaallah tidak ada barang kadaluarsa terjadi dengan straregi ini dan Pak Luhut sudah beri izin," ungkap Emil.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif