Stok vaksin kedaluwarsa di Riau. Foto: Metro TV
Stok vaksin kedaluwarsa di Riau. Foto: Metro TV

12.514 Dosis Vaksin di Riau Kedaluwarsa

MetroTV • 04 Januari 2022 17:21
Pekanbaru: Sebanyak 12.514 vaksin covid-19 di Provinsi Riau kedaluwarsa  per 31 Desember 2021. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Riau Masrul Kasmy mengatakan, 12.514 vaksin yang kedaluwarsa tersebut jenis AsraZeneca dan Moderna.
 
"Vaksin yang kedaluwarsa ada sebanyak 12.514, dan ditemukan di enam Kabupaten di Riau," ujar Masrul di Pekanbaru, Selasa, 4 Januari 2022.
 
Enam kabupaten tersebut yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Siak. Selanjutnya, belasan ribu vaksin covid-19 kedaluwarsa akan segera dimusnahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masrul membantah vaksin kedaluwarsa karena petugas kesehatan lamban melakukan vaksinasi di daerah. Ke depan pihaknya akan memberlakukan pola baru untuk penggunaan vaksin covid-19 agar hal seperti ini tidak terulang kembali. 
 
"Jadi nanti ada instrumen penggunaan vaksin, sebelum masa berlaku vaksin yang lama habis, itu yang didahulukan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," jelasnya.
 
Baca: Vaksin Booster di Kota Tangerang Dimulai Pertengahan Januari
 
Hingga kini total vaksin covid-19 yang tersedia di gudang vaksin Provinsi Riau, dan Kabupaten/Kota mencapai 1,4 juta dosis vaksin. 
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan stok vaksin covid-19 di Indonesia melimpah. Jokowi mendorong percepatan vaksinasi supaya tercapai kekebalan komunal atau herd immunity. Berlimpahnya stok vaksin ini bahkan menyebabkan banyak yang kedaluwarsa.
 
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, banyak vaksin yang kedaluwarsa karena keterbatasan pengelolaan rantai dingin (cold chain). Seperti Pfizer dan Moderna yang harus digunakan dalam waktu 30 hari.
 
"Keterbatasan dalam pengelolaan rantai dingin seperti Pfizer dan Moderna yang dalam 30 hari sudah harus digunakan," ujar Nadia.
 
Selain itu, saat proses distribusi ke daerah banyak jumlah vaksin yang tidak sesuai jumlah estimasi masyarakat yang mengikuti vaksinasi. Sehingga jumlah vaksin yang tidak terpakai jumlahnya banyak.
 
"Tidak selalu saat vaksin, masyarakat yang datang sesuai jumlah estimasi sehingga vaksin tidak terpakai," jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif