Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahan dana PKH secara simbois di Pendopo Banyuwangi, Jawa Timur, Senin 25 April 2016 (Foto:Antara/Budi Candra Setya)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahan dana PKH secara simbois di Pendopo Banyuwangi, Jawa Timur, Senin 25 April 2016 (Foto:Antara/Budi Candra Setya)

Kunjungi Banyuwangi, Mensos Serahkan Dana PKH Senilai Rp34 Miliar

Anindya Legia Putri • 25 April 2016 15:30
medcom.id, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Banyuwangi sebesar Rp205 miliar.
 
Bantuan itu terdiri atas lima jenis, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Lanjutan Usia, Bantuan Disabilitas, Bantuan Beras Sejahtera, serta Bantuan Hibah Dalam Negeri. Bantuan PKH sendiri berjumlah Rp34 miliar.
 
Kehadiran Mensos di Banyuwangi turut didampingi Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan pejabat pendamping Kemensos, staf bupati Banyuwangi, dan Kepala PT Pos Banyuwangi.

Acara penyerahan PKH dibuka oleh tarian tradisional Banyuwangi Jejer Jaran Dawuk, yang dibawakan putri-putri keluarga penerima PKH.
 
"Ibu-ibu penerima PKH apa kabar?" ucap Mensos menyapa warga, yang langsung disambut sorak bahagia para penerima bantuan PHK, di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jalan Sri Tanjung, Senin (25/4/2016).
 
Mensos menjelaskan, warga Banyuwangi yang mendapat PKH sebanyak 19.841 keluarga. Penerima yang dalam kondisi hamil atau memiliki balita, akan mendapat kucuran dana PKH sebesar Rp1,2 juta. Dana tersebut akan cair dalam empat tahap, dan hari ini cair senilai Rp500 ribu.
 
Kunjungi Banyuwangi, Mensos Serahkan Dana PKH Senilai Rp34 Miliar
 
Sementara, yang memiliki anak SMA dan SMK Aliyah, akan menerima bantuan Rp1 juta, dan hari ini cair Rp200 ribu. Adapun yang memiliki anak SMP mendapat Rp750 ribu, dan yang memiliki anak SD mendapat Rp450 ribu, yang juga akan cair dalam empat tahap.
 
"Bantuan ini diharapkan dapat mendorong semangat anak-anak ibu agar sekolahnya bisa terkawal dengan baik. Angka proses percepatan kemandirian di Banyuwangi luar biasa, makanya anak-anak di Banyuwangi tidak boleh ada yang tidak lulus sekolah dan Aliyahnya. Diharapkan juga PT Pos dapat menyelesaikan penyebaran bantuan dalam waktu tak sampai dua jam," kata Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Abdurahman Wahid tersebut.
 
Kunjungi Banyuwangi, Mensos Serahkan Dana PKH Senilai Rp34 Miliar
 
Selain itu, semangat PKH yang tertuang dalam Mars PKH juga diharap dapat menjadi doa bagi keluarga penerima PKH agar memilik anak yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang sejahtera.
 
Di akhir pidatonya, Mensos mengapresiasi kinerja Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam menanggulangi kemiskinan di Banyuwangi.
 
"Saya bahagia mendengar terobosan Bupati. Ada UGD rakyat miskin di Banyuwangi, serta Smart Kampung di seluruh desa yang juga dapat membantu proses percepatan kemandirian di Banyuwangi," kata Mensos.
 
Kunjungi Banyuwangi, Mensos Serahkan Dana PKH Senilai Rp34 Miliar
 
"Saya sampaikan juga agar penerima PKH ini nantinya akan menjadi Kelompok Usaha Bersama. Sehingga kalau ada modal, proses percepatan kemandirian itu juga bisa terlaksana. Banyuwangi memiliki wisata dan budaya yang baik, dengan demikian tentu akan terbantu dari sistem ekonomi kreatif yang akan lebih membuka pemasukan bagi Banyuwangi," ujar Mensos, menutup pidato.
 
Acara penyerahan PKH ditutup dengan pertukaran cinderamata dari Mensos kepada Bupati Banyuwangi, dan sebaliknya. Bupati Banyuwangi menyerahkan miniatur Penari Gandrung Bangun Banyuwangi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>