Kepolisian Resort Kota Depok melakukan penggeledahan di Kantor PT Doa Arafah Madinah (Damtour) di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa, 17 September 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno
Kepolisian Resort Kota Depok melakukan penggeledahan di Kantor PT Doa Arafah Madinah (Damtour) di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa, 17 September 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno

Polisi Geledah Kantor Damtour

Nasional Penipuan Haji dan Umrah
Octavianus Dwi Sutrisno • 17 September 2019 13:31
Depok: Kepolisian Resort Kota Depok melakukan penggeledahan di Kantor PT Doa Arafah Madinah (Damtour) di Jalan Tole Iskandar No 6-7, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa, 17 September 2019, sejumlah anggota Polresta Depok mendatangi gedung satu lantai tersebut. Saat polisi masuk, tidak terlihat aktivitas di kantor tersebut.
 
"Kurang lebih setahun, kantornya tutup. Waktu pertama buka banyak yang datang," kata Ucok pemilik tempat usaha yang terletak di seberang kantor Damtour.
 
Beberapa bulan kebelakang, penyedian jasa pemberangkatan umrah tersebut sempat didatangi massa yang mengaku korban penipuan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa karena tak kunjung diberangkatkan sedangkan pembiayaan telah disetorkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya, kebetulan saya tinggal di seberang, jadi tau situasinya seperti apa. Kebanyakan, korbannya orang luar wilayah Depok," ungkap Ucok.
 
Sekitar satu jam, petugas melakukan penggeledahan di dalam kantor. Sejumlah barang ditemukan dan langsung dibawa, sebagai pemenuhan alat bukti. Kemudian, tersangka Direktur Utama Damtour Hambali Abbas juga didatangkan ke lokasi.
 
Terlihat sambil didampingi petugas dirinya menjawab seluruh pertanyaan kepolisian. Setelah itu, petugas menutup kembali kantor tersebut dan memasang garis kuning (police line).
 
Sementara Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan sejumlah barang bukti yang diamankan pihaknya yaitu sejumlah dokumen yang tersimpan di dalam tiga koper.
 
"Dokumen ini, masih kita teliti selain itu kita juga sempat turun ke basement ada dokumen yang dibawa juga beberapa. Seluruhnya akan diperiksa oleh penyidik," ungkap Firdaus.
 
Selanjutnya Hambali melalui kuasa hukumnya, Mukhlis Effendi dari YLBH Nurussafaah Indonesia mengatakan terkait dengan biaya umrah murah yang dibandrol kliennya, dirinya menyebut itu adalah strategi marketing.
 
"Yang saya tahu dia ini mengikuti sistem hitungan pasar. Marketing mencari jemaah sebanyak-banyaknya dengan putaran uang agar bisa dapat diskon hotel dan pesawat. Tapi ternyata sistem tidak bisa menutup sirkulasi uang," paparnya.
 
Praktik jasa layanan umrah Damtour berjalan sejak tahun 2016 hingga 2018. Awalnya pihak kepolisian memperoleh laporan dari seorang korban dan sejumlah rekannya telah menyetorkan uang untuk perjalanan umrah ke PT Damtor sebesar Rp 600 Juta pada tahun 2017, namun hingga satu tahun tak kunjung berangkat. Kurang lebih enam bulan, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya meringkus tersangka di kediamannya Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat pada Minggu 15 September 2019.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif