Bantul: Bantul siaga bencana hidrometeorologi hingga akhir tahun. Jumlah posko siaga disiapkan lebih banyak dibanding situasi yang sama tahun lalu.
"Status siaga (bencana hidrometeorologi) Bantul berlaku akhir bulan September sampai 25 Desember," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanto, saat dihubungi, Rabu, 12 Oktober 2022.
Agus mengatakan ada 30 pos siaga darurat bencana yang telah siap tahun ini, yakni di wilayah Kecamatan Piyungan, Imogiri, Banguntapan, Pleret, Dlingo, Pundong, Bambanglipuro, Kretek, Sanden, Srandakan, Pandak, Bantul, Sedayu, Kasihan, Sewon, Jetis, dan Pajangan.
Pos-pos tersebut berupa pos siaga bencana banjir, longsor, maupun angin kencang. Sementara, jumlah pos siaga bencana tahun lalu hanya 20 titik.
"Lokasi masih sama di 20 desa rawan bencana, tapi jumlahnya kami tambah menyesuaikan ancamannya," jelasnya.
Menyusul hal itu, Agus melanjutkan ada 180 personel BPBD Bantul yang diatur berjadwal siaga berjaga. Mereka dibantu 75 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan 29 Komunitas Relawan Kebencanaan.
"Siaga penjagaan berlaku 24 jam dibantu polisi, TNI, Basarnas, dan sejumlah unsur lintas instansi," ungkapnya.
Ia menyebut sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana juga disiapkan. Beberapa perkakasa yang disiapkan di antaranya seperti peralatan pemotong kayu, 65 tenda, hingga alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO).
"Kami perlu dukungan dari berbagai pihak untuk penanganannya. Yang penting masyarakat bisa membantu dengan lebih melakukan antisipasi bisa terjadi potensi ancaman bencana," ujarnya.
Bantul: Bantul siaga
bencana hidrometeorologi hingga akhir tahun. Jumlah
posko siaga disiapkan lebih banyak dibanding situasi yang sama tahun lalu.
"Status siaga (bencana hidrometeorologi) Bantul berlaku akhir bulan September sampai 25 Desember," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanto, saat dihubungi, Rabu, 12 Oktober 2022.
Agus mengatakan ada 30 pos siaga
darurat bencana yang telah siap tahun ini, yakni di wilayah Kecamatan Piyungan, Imogiri, Banguntapan, Pleret, Dlingo, Pundong, Bambanglipuro, Kretek, Sanden, Srandakan, Pandak, Bantul, Sedayu, Kasihan, Sewon, Jetis, dan Pajangan.
Pos-pos tersebut berupa pos siaga bencana banjir, longsor, maupun angin kencang. Sementara, jumlah pos siaga bencana tahun lalu hanya 20 titik.
"Lokasi masih sama di 20 desa rawan bencana, tapi jumlahnya kami tambah menyesuaikan ancamannya," jelasnya.
Menyusul hal itu, Agus melanjutkan ada 180 personel BPBD Bantul yang diatur berjadwal siaga berjaga. Mereka dibantu 75 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan 29 Komunitas Relawan Kebencanaan.
"Siaga penjagaan berlaku 24 jam dibantu polisi, TNI, Basarnas, dan sejumlah unsur lintas instansi," ungkapnya.
Ia menyebut sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana juga disiapkan. Beberapa perkakasa yang disiapkan di antaranya seperti peralatan pemotong kayu, 65 tenda, hingga alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO).
"Kami perlu dukungan dari berbagai pihak untuk penanganannya. Yang penting masyarakat bisa membantu dengan lebih melakukan antisipasi bisa terjadi potensi ancaman bencana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)