Polisi mengawasi alat berat membersihkan material longsor di jalan lintas Pereulak-Lokop di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (24/1/2023). ANTARA/HO-Pemkab Aceh Timur
Polisi mengawasi alat berat membersihkan material longsor di jalan lintas Pereulak-Lokop di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (24/1/2023). ANTARA/HO-Pemkab Aceh Timur

Ruas Jalan ke Pedalaman Aceh Kembali Normal usai Longsor

Antara • 24 Januari 2023 20:12
Banda Aceh: Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur Mahyudin mengatakan ruas jalan ke pedalaman daerah itu kembali normal setelah mengalami longsor akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
 
"Longsor yang terjadi pada ruas Jalan Peureulak-Lokop sudah tertangani. Akses transportasi kembali lancar, sehingga tidak mengganggu perekonomian masyarakat," ujar dia, di Aceh Timur, Selasa, 24 Januari 2023.
 
Mahyudin mengatakan Lokop merupakan daerah pedalaman di Kabupaten Aceh Timur dan berbatasan dengan Kabupaten Gayo Leus. Ruas jalan yang longsor tersebut merupakan satu-satunya akses ke daerah pedalaman tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, longsor sempat menghentikan akses masyarakat dan menyebabkan aktivitas perekonomian terganggu.
 
"Ketika longsor terjadi, kami langsung memerintahkan instansi terkait menanganinya. Sebab, ruas jalan yang tertimbun longsor tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat pedalaman Aceh Timur," katanya.
 
Baca juga: Banjir di Aceh Tamiang Mulai Surut

Mahyudin mengatakan dengan normalnya kembali ruas jalan Peureulak-Lokop tersebut juga memudahkan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir
 
"Ada beberapa desa di daerah pedalaman tersebut dilanda banjir. Dengan tertangani titik longsor tersebut, maka distribusi bantuan banjir tidak terkendala lagi," ucapnya.
 
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Elfiandi mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir.
 
"Bantuan logistik sudah disalurkan ke sejumlah titik pengungsian melalui pihak kecamatan. Bantuan berupa beras, air mineral, telur, minyak goreng, mi instan, dan lainnya," katanya.
 
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyebutkan sebanyak 866 rumah di daerah itu masih terdampak banjir.
 
Baca juga: Bayi 3 Tahun di Aceh Tamiang Tewas Terseret Arus Banjir

"Saat ini, 866 rumah masih terdampak banjir. Sedangkan sisa warga yang masih mengungsi sebanyak 549 keluarga," terang Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Ashadi.
 
Ia mengungkapkan sebanyak 549 keluarga yang mengungsi tersebut terdapat di Desa Pante Labu, Desa Blang Seunong, Desa Sah Raja, Desa Pante Rambong, dan Desa Buket Bata.
 
"Banjir yang terjadi di pedalaman Aceh Timur tersebut akibat hujan deras sehingga meluapnya sungai Krueng Arakundo. Kondisi terakhir banjir di sejumlah kecamatan sudah berangsur surut," ungkapnya.
 
Begitu juga warga yang sempat mengungsi saat ini sudah kembali ke rumah membersihkan rumah, termasuk membersihkan masjid dan perkantoran di kecamatan dan desa.
 
"Meskipun banjir sudah surut, namun warga tetap harus berhati-hati dan waspada, karena cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi di pantai timur Provinsi Aceh," imbuh Ashadi.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif