Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Semeru Masih Berfluktuasi usai Banjir Lahar Dingin

Nasional banjir lahar gunung semeru Jawa Timur Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi
MetroTV • 18 Januari 2022 11:09
Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih terus berfluktuasi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih mengalami gempa embusan dan gempa letusan, bahkan amplitudo getarannya naik secara signifikan.
 
Sebelumnya, awan panas sejauh 4 kilometer terdeteksi pada Minggu, 16 Januari 2022 pagi. Namun, awan panas guguran ini tidak berpengaruh besar karena lokasinya yang jauh dari permukiman warga. Akibat awan panas guguran, terjadi penumpukan material vulkanik yang ada di perut Gunung Semeru.
 
"Di saat hujan deras dengan intensitas cukup besar, kondisi ini mengakibatkan banjir lahar dingin di sepanjang daerah aliran sungai yang membentang antara Besuk Kobokan, Besuk Sat, hingga Besuk Bang,” kata Reporter Metro TV, Kumbang Ari Bowo, dalam tayangan Metro Pagi Primetime, Selasa, 18 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa hari terakhir, terjadi banjir lahar dingin di Gunung Semeru. Pada Minggu, 16 Januari 2022 sore, terjadi banjir lahar dingin yang cukup besar.
 
Pada Senin, 17 Januari 2022 sore, juga terjadi banjir lahar dingin dengan intensitas besar yang tercampur material vulkanik. Material vulkanik yang terseret arus tersebut memenuhi daerah aliran sungai mulai dari Besuk Kobokan. 
 
Material vulkanik yang menumpuk tersebut mengalir ke sejumlah sungai, di antaranya ke Sungai Regoyo, Sungai Jugosari, dan Sungai Lanang. Akibat penumpukan dan pertemuan arus tersebut terjadi luapan. 
 
"Hingga mengakibatkan jalan antardesa di Desa Supiturang dan Desa Pronojiwo terputus kembali," ujar Kumbang. 
 
Baca: Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang Lumajang, 2 Kecamatan Terisolasi
 
Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga, yakni Jembatan Jugosari, saat ini juga terputus. Hal ini dikarenakan jembatan tersebut terbuat dari kayu dan batang pohon kelapa.
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini terus melakukan berbagai upaya. Upaya yang dilakukan antara lain menyosialisasikan, mengimbau, serta melarang warga untuk beraktivitas di daerah sungai. 
 
Sebab, intensitas banjir lahar dingin yang terjadi di Gunung Semeru masih cukup tinggi. Diperkirakan banjir lahar dingin akan terus terjadi hingga Maret 2022. (Hana Nushratu)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif