Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sultan HB X Kembali Dilantik Jadi Gubernur DIY Tahun Ini

Ahmad Mustaqim • 19 Mei 2022 20:07
Yogyakarta: Sri Sultan Hamengku Buwono X akan kembali dilantik menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini. Sri Sultan akan kembali menjadi gubernur hingga 2027. 
 
"DIY ini nanti, berbeda dengan provinsi lain, karena kita (DIY) satu-satunya yang akan ada gubernur baru di tahun 2022," ujar Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2022.  
 
Kadarmanta mengatakan pelantikan gubernur DIY itu mengacu pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan, termasuk wakilnya. Ia mengungkapkan sudah digelar rapat persiapan laporan kerja pertanggungjawaban (LKPJ) gubernur dan wakil yang masa jabatannya berakhir 10 Oktober mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kadarmanta menuturkan penyusunan laporan itu menjadi salah satu persyaratan pada akhir masa jabatan. Hal itu diatur di dalam UU Keistimewaan. 
 
Baca: Jokowi Bersilaturahmi ke Keraton Yogyakarta
 
"Dokumen LKPJ AMJ Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Tahun 2017-2022 ini akan disampaikan kepada DPRD DIY dalam waktu 30 hari setelah adanya pemberitahuan pimpinan DPRD DIY tentang berakhirnya masa jabatan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DIY," ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini. 
 
Kepala Bagian Pemerintahan Umum, Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY, Agustina Pangestujati menyatakan Sri Sultan HB X memegang jabatan kepala daerah sejak 3 Oktober 1998. Saat itu menggantikan Sri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam VIII yang wafat pada 11 September 1998.
 
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999, kata dia, nomenklatur Gubernur, Gubernur Provinsi DIY mulai digunakan saat Sultan mengisi jabatan ini untuk periode 2003-2008. Setelah itu, penamaan Gubernur DIY diberlakukan merujuk pada UU Nomor 32 Tahun 2004.
 
"Masa jabatan Sultan (setelah 2008) diperpanjang tiga tahun sampai 2011. Kemudian diperpanjang satu tahun lagi," ungkapnya. 
 
Ia menegaskan sesuai UU Keistimewaan yang disahkan 2012 menerangkan jabatan Gubernur DIY dijabat pemilik takhta Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam sebagai Wakil Gubernur DIY.
 
"(Gubernur dan Wakil Gubernur DIY) tahun 2012 dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tahun 2017 dilantik Presiden Jokowi (Joko Widodo)," ujarnya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif