Ratusan warga Kimbeli dan kampung-kampung sekitar Kota Tembagapura meminta dievakuasi ke Timika lantaran ketakutan dengan kehadiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Foto: ANTARA/Humas Polri)
Ratusan warga Kimbeli dan kampung-kampung sekitar Kota Tembagapura meminta dievakuasi ke Timika lantaran ketakutan dengan kehadiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Foto: ANTARA/Humas Polri)

KKB Paksa Ratusan Warga Kimbeli Tembagapura Tinggalkan Kampung

Antara • 08 Maret 2020 16:17
Timika: Ratusan warga Kampung Kimbeli dan kampung-kampung tetangga di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, memutuskan meninggalkan kampung mereka untuk dievakuasi ke Timika, menyelamatkan diri dari ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).
 
Septinus Magal, salah satu warga Kampung Kimbeli mengatakan, situasi dan kondisi keamanan di kampungnya kini sudah tidak lagi kondusif. Sejak KKB datang beberapa hari lalu, barang maupun bahan kebutuhan pokok diambil paksa dari rumah-rumah warga.
 
"Kami di kampung sudah tidak aman, jadi kami tinggalkan kampung untuk keselamatan nyawa. Selain itu bahan makanan kami juga sudah tidak ada, sehingga kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga," ungkap Septinus, melansir Antara, Minggu, 8 Maret 2020.

Septinus bersama 240 warga Kampung Kimbeli kini sudah berada di Kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura, menunggu bus jemputan yang akan mengantar mereka ke Timika.
 
Baca juga: 614 Warga Tembagapura Minta Dievakuasi ke Timika
 
Selain dari Kampung Kimbeli, ada ratusan warga lain dari Kampung Banti 1, Banti 2, dan Opitawak. Bergabung di Kantor SLD PT Freeport Indonesia, mereka juga meminta dievakuasi ke Timika.
 
Ratusan warga itu berjalan kaki bebarapa kilometer dari Banti, Opitawak, dan Kimbeli menuju Kantor Polsek Tembagapura. Setelah didaftarkan identitasnya, mereka selanjutnya diarahkan ke Kantor SLD PT Freeport Indonesia Tembagapura untuk menunggu bus jemputan.
 
Septinus mengatakan rata-rata warga yang minta dievakuasi ke Timika itu hanya membawa pakaian seadanya. Sementara barang-barang lain, termasuk hewan ternak (babi) ditinggal begitu saja.
 
"Nyawa lebih penting, hewan (babi) itu milik dunia, kami kasih tinggal dan itu sudah pasti akan diambil oleh mereka (KKB), biar Tuhan yang menghukum mereka," tutur Septinus.
 
Baca juga: Polri Evakuasi 800 Warga Pegunungan Timika
 
Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto membenarkan warga Kampung Kimbeli, Utikini, dan Banti, meninggalkan kampung untuk menghindari ancaman KKB. Polisi juga mendapatkan informasi ada dua warga berjenis kelamin perempuan ditahan oleh KKB.
 
"Terkait dengan adanya kabar bahwa dua warga yang ditahan dan diperkosa oleh Kelompok KKB, kami belum mengetahuinya secara pasti, kami akan lakukan investigasi soal itu," ucap AKP Hermanto.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>