Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob (Foto:ANTARA/Evarianus Supar)
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob (Foto:ANTARA/Evarianus Supar)

614 Warga Tembagapura Minta Dievakuasi ke Timika

Antara • 08 Maret 2020 15:03
Timika: Sebanyak 614 jiwa warga sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, meminta segera dievakuasi ke Timika. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok sejak teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah itu akhir-akhir ini.
 
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, warga yang meminta dievakuasi ke Timika berasal dari Kampung Banti 1, Banti 2, Opitawak, dan Kimbeli.
 
"Total masyarakat yang akan dievakuasi Minggu petang ini ke Timika sebanyak 614 orang. Dari Opitawak sebanyak 42 orang, Kimbeli 241 orang, Banti 1 163 orang, dan Banti 2 sebanyak 168 orang," ungkap Johnannes, melansir Antara, Minggu, 8 Maret 2020.

Berdasarkan laporan dari Kepala Distrik Tembagapura Marthinus Nuboba, kata Johannes, warga yang meminta segera dievakuasi ke Timika didominasi oleh warga Suku Amungme, penduduk tetap di wilayah Distrik Tembagapura.
 
Baca juga: Polisi: KKB Mulai Sebar Hoaks
 
Warga meminta Pemkab Mimika menyediakan tempat penampungan sementara di Timika, dan baru akan kembali ke kampung halaman mereka setelah situasi keamanan di Distrik Tembagapura pulih kembali.
 
"Pemkab Mimika terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk manajemen PT Freeport Indonesia untuk menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang akan dievakuasi dari Tembagapura," imbuhnya.
 
Ratusan warga tersebut kini masih menunggu mobil jemputan di kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura yang akan membawa mereka ke Timika.
 
Menurut Johannes, Pemkab Mimika sebetulnya bisa memfasilitasi penampungan warga. Tapi karena permintaan mereka dinilai sangat mendadak, pemkab perlu berkoordinasi dengan semua pihak di mana tempat yang bisa digunakan menampung warga ini untuk sementara waktu.
 
Baca juga: Pengungsi Akibat Teror KKB di Tembagapura Mencapai 900 Orang
 
"Tentu kami juga harus memikirkan bagaimana makan-minum mereka (dapur umum), fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus), pelayanan kesehatan dan lain-lain. Sebab warga yang datang ini jumlahnya cukup banyak," kata Johannes.
 
Pada Jumat, 6 Maret 2020, dan Sabtu, 7 Maret 2020, warga Distrik Tembagapura yang telah dievakuasi ke Timika sudah berjumlah lebih dari 900 jiwa. Setiba di Timika, mereka langsung diantar menuju rumah kerabatnya di seputaran Kota Timika yaitu Kwamki Lama, SP12, SP13, SP9, Irigasi, SP4, SP2, SP3, dan lainnya.
 
"Ada juga yang punya rumah sendiri di Timika. Yang kami khawatirkan begitu warga yang sekarang ini kami tampung di tempat khusus, nanti yang kemarin dievakuasi dari Tembagapura itu juga meminta perhatian yang sama," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>