Polisi gerebek dua pabrik obat ilegal di DIY. Metro TV
Polisi gerebek dua pabrik obat ilegal di DIY. Metro TV

Metro Siang

Polisi Bongkar Pabrik Obat Ilegal Terbesar se-Indonesia di Bantul

MetroTV • 28 September 2021 15:25
Bantul: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang produsen obat ilegal se-Indonesia di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak lebih dari 30 juta pil siap edar disita. 
 
Pabrik tersebut dapat memproduksi hingga dua juta butir obat dalam sehari. Sebagian obat-obatan telah didistribusikan ke wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
 
“Kami menemukan dua TKP dengan mesin yang sama, ada bahan-bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi obat,” tutur Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno H Siregar, dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Selasa, 28 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggerebekan terjadi di Jalan IKIP PGRI Kecamatan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul. Penyidik Mabes Polri berhasil membongkar aktivitas ilegal yakni produksi obat keras dan psikotropika.  
 
Terungkapnya lokasi produksi obat berawal dari penangkapan beberapa pengedar obat oleh polisi di sejumlah kota, yakni di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi, dan Jakarta Timur.
 
Baca: Pabrik Ilegal di Yogyakarta Produksi Ratusan Juta Butir Obat Perbulan
 
Dari keterangan para tersangka, petugas mendapat petunjuk keberadaan pabrik obat yang berada di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Dari kedua pabrik, petugas mengamankan empat jenis mesin produksi dengan satu di antaranya terdiri dari tujuh unit mesin untuk mencetak pil. 
 
Petugas juga menyita delapan jenis bahan baku obat yang sudah dihentikan izin edarnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan 30.345.000 butir pil hasil produksi siap edar. Bahan baku produksi obat merupakan produksi Tiongkok dan India yang kemungkinan didatangkan secara ilegal.
 
Menurut pengakuan salah satu tersangka, JSR yang telah bekerja selama dua setengah tahun, upah yang didapat mencapai Rp200 juta dari tersangka utama yang masih buron. (Imanuel Rymaldi Matatula)
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif