Klaten: Dinas Kesehatan Klaten akan melakukan rapid tes covid-19 untuk semua pengungsi Gunung Merapi. Dinkes Klaten segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.
"Kalau BPBD sepakat, kita akan rapid test seluruh pengungsi. Kalau ada yang reaktif, langsung swab," ujar Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budianto, melansir Mediaindonesia.com, Kamis, 19 November 2020.
Dia mengungkap, pihaknya telah melakukan tes usap terhadap 26 pengungsi di Desa Balerante dan 15 orang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, dan 14 pengungsi di Desa Tegalmulyo.
"Hasil swab terhadap 26 pengungsi di Desa Balerante keluar kemarin sore, semua negatif," ujar Anggit.
Baca: Peralatan Terkini Pantau Merapi, Warga Diminta Tak Khawatir
Sementara, hasil tes swab terhadap 14 pengungsi di Desa Tegalmulyo belum keluar. Dia memastikan, bila hasil tes usap 14 pengungsi negatif segera mengefektifkan seluruh program dengan mengadakan rapid tes semua pengungsi.
Anggit mengapresiasi BPBD Klaten yang telah menyediakan lokasi pengungsian memenuhi standar protokol kesehatan. Para pengungsi pun sudah dilakukan pemisahan dan pengaturan jarak dengan adanya penyekatan di barak.
"Mereka ini masih memungkinkan ketemu dengan orang lain. Terutama pengungsi yang sering pulang untuk mencari pakan ternak. Semua telah menerapkan protokol kesehatan," tukasnya.
Klaten: Dinas Kesehatan Klaten akan melakukan rapid tes covid-19 untuk semua pengungsi
Gunung Merapi. Dinkes Klaten segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.
"Kalau BPBD sepakat, kita akan rapid test seluruh pengungsi. Kalau ada yang reaktif, langsung swab," ujar Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budianto, melansir Mediaindonesia.com, Kamis, 19 November 2020.
Dia mengungkap, pihaknya telah melakukan tes usap terhadap 26 pengungsi di Desa Balerante dan 15 orang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, dan 14 pengungsi di Desa Tegalmulyo.
"Hasil swab terhadap 26 pengungsi di Desa Balerante keluar kemarin sore, semua negatif," ujar Anggit.
Baca: Peralatan Terkini Pantau Merapi, Warga Diminta Tak Khawatir
Sementara, hasil tes swab terhadap 14 pengungsi di Desa Tegalmulyo belum keluar. Dia memastikan, bila hasil tes usap 14 pengungsi negatif segera mengefektifkan seluruh program dengan mengadakan rapid tes semua pengungsi.
Anggit mengapresiasi BPBD Klaten yang telah menyediakan lokasi pengungsian memenuhi standar protokol kesehatan. Para pengungsi pun sudah dilakukan pemisahan dan pengaturan jarak dengan adanya penyekatan di barak.
"Mereka ini masih memungkinkan ketemu dengan orang lain. Terutama pengungsi yang sering pulang untuk mencari pakan ternak. Semua telah menerapkan protokol kesehatan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)