Yogyakarta: Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan, pemantauan aktivitas Gunung Merapi memakai peralatan terkini. Ia menyebut, sejumlah peralatan dikolaborasi dengan harapan menampilkan informasi akurat.
"Deformasi ada sekitar 20. Pemantauan magma menggunakan GPS terkiji, EDM (Electronic Distance Measurement) juga. Semua kita kombinasikan, untuk mendeteksi kandungan gas. Termasuk alat untuk memantau perkembangan magma," kata Kasbani di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 19 November 2020.
Dia menyatakan, aktivitas Gunung Merapi diupayakan terpantau dengan baik. Ia meminta masyarakat tak perlu cemas.
"Gunung (Merapi) ini termonitor dengan sangat baik di Indonesia. Tidak perlu khawatir," katanya.
Baca: Pantau Merapi, BNPB Siagakan Helikopter
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, menyatakan peralatan yang dimiliki pemerintah sudah cukup memadai. Tak hanya peralatan, kata dia, sumber daya manusia juga dinilai sudah mumpuni.
"Kita memang ada beberapa yang perlu dilengkapi untuk memperlancar kegiatan kami. Informasi Gunung Merapi tetap mengacu BPPTKG sehingga masyarakat tetap tenang dan waspada," tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, menambahkan pengungsi saat ini masih berasal dari warga Dusun Karangtengah Lor. Warga diungsikan di Barak Balai Desa Glagaharjo.
"Hingga kemarin malam (jumlah pengungsi di Balai Desa Glagaharjo) 257 (jiwa), lansia sekitar 217 dengan pendamping," kata Biwara.
Yogyakarta: Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan, pemantauan aktivitas
Gunung Merapi memakai peralatan terkini. Ia menyebut, sejumlah peralatan dikolaborasi dengan harapan menampilkan informasi akurat.
"Deformasi ada sekitar 20. Pemantauan magma menggunakan GPS terkiji, EDM (Electronic Distance Measurement) juga. Semua kita kombinasikan, untuk mendeteksi kandungan gas. Termasuk alat untuk memantau perkembangan magma," kata Kasbani di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 19 November 2020.
Dia menyatakan, aktivitas Gunung Merapi diupayakan terpantau dengan baik. Ia meminta masyarakat tak perlu cemas.
"Gunung (Merapi) ini termonitor dengan sangat baik di Indonesia. Tidak perlu khawatir," katanya.
Baca: Pantau Merapi, BNPB Siagakan Helikopter
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, menyatakan peralatan yang dimiliki pemerintah sudah cukup memadai. Tak hanya peralatan, kata dia, sumber daya manusia juga dinilai sudah mumpuni.
"Kita memang ada beberapa yang perlu dilengkapi untuk memperlancar kegiatan kami. Informasi Gunung Merapi tetap mengacu BPPTKG sehingga masyarakat tetap tenang dan waspada," tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, menambahkan pengungsi saat ini masih berasal dari warga Dusun Karangtengah Lor. Warga diungsikan di Barak Balai Desa Glagaharjo.
"Hingga kemarin malam (jumlah pengungsi di Balai Desa Glagaharjo) 257 (jiwa), lansia sekitar 217 dengan pendamping," kata Biwara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)