Kapal Motor (KM) Blessing berbendera India ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia. Dokumentasi/ Istimewa
Kapal Motor (KM) Blessing berbendera India ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia. Dokumentasi/ Istimewa

Kapal Nelayan Asal India Ditangkap di Perairan Aceh

Fajri Fatmawati • 08 Maret 2022 19:11
Banda Aceh: Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Aceh menangkap satu unit Kapal Motor (KM) Blessing berbendera India. Kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia.
 
"Karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia," kata Dir Polairud Polda Aceh, Kombes Risnanto, Selasa, 8 Maret 2022.
 
Baca: Keluarga Korban Tabrak Lari Oknum TNI Minta Hadir Langsung di Persidangan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risnanto mengatakan penangkapan kapal asing tersebut berdasarkan informasi dari nelayan. Para nelayan melihat adanya kapal berbendera India sedang melakukan penangkapan ikan dengan cara memancing di 18 mil dari Pulau Rusa, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
 
Laporan itu ditindaklanjuti dengan mengirimkan pasukan menggunakan Kapal RIB, Personil Subdit Gakkum Ditpolairud yang dipimpin Kompol Risnan Aldino beserta Kapal Antareja-7007 di bawah pimpinan Kompol Yefri Dickson Ndolu.
 
"Menuju ke lokasi dan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kapal asing serta delapan ABK pada koordinat N 05?19.631' E 094? 47. 456," jelasnya.
 
Adapun delapan anak buah kapal (ABK), masing-masing bernama Marie Jashindos (34), Immanuval Soe (29), Mutnoppah (48), Sijin (29), Pravin (19), Libin (34), Tomon (24), dan Tonbosuco (48).
 
Selain menangkap para awak kapal, tim juga menyita barang bukti berupa satu unit KM Blessing GT69, 700 kilogram ikan, lima set alat tangkap pancing, satu GPS, satu ecosonder, satu kompas, dan satu unit telepon genggam.
 
Saat ini seluruh ABK beserta barang bukti tersebut dibawa ke Dermaga Dit Polairud Polda Aceh di Lampulo, Kota Banda Aceh, Aceh, untuk dilakukan proses hukum.
 
"Kepada para ABK disangkakan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU No 31 tahun 2004 sebagaimana telah di ubah dalam paragraf 2 Pasal 27 angka 26 UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Sub Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan," ujarnya.
 
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif