Wawako Palembang sidak makanan formalin di pasar tradisional. Foto: Istimewa
Wawako Palembang sidak makanan formalin di pasar tradisional. Foto: Istimewa

Pemkot Palembang Pastikan Makanan di Pasar Tradisional 99% Bebas Formalin

Gonti Hadi Wibowo • 20 Mei 2022 21:49
Palembang: Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan makanan yang dijual di pasar tradisional 99 persen bebas zat berbahaya seperti formalin. Hal itu dipastikan usai Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang melakukan sidak makanan di 17 pasar.
 
"Semua relatif aman. Hampir 99 persen kita sudah tidak menemukan lagi makanan yang mengandung zat berbahaya terutama pada tahu,” kata Fitrianti saat sidak makanan di Pasar Sekip Ujung Palembang, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Fitrianti mengatakan ada 29 sampel bahan makanan yang dicek dalam sidak di Pasar Sekip Ujung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“29 sampel yang kita cek seperti mie kiloan, tahu, ikan giling, dan beberapa macam sampel lain. Hasilnya semua bersih. Tidak ada kandungan zat berbahaya seperti tormalin dan sebagainya,” jelasnya.
 
Pihaknya berharap Pasar Sekip Ujung menjadi contoh bagi pasar lain terkait dagangan yang bersih dari zat berbahaya.
 
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepala pasar dalam hal ini, bila perlu harus disosialisasikan kepada para pedagang terkait fungsi pojok pasar untuk mengecek jualan mereka sehingga tidak ada lagi keraguan dari pedagang dan pembeli,” ujarnya.
 
Baca: Sidak BPOM Temukan 7 dari 37 Makanan Mengandung Pewarna Tekstil
 
Sementara itu, Kepala BBPOM Palembang, Achmad Zulkifli, mengatakan pihaknya akan merekap jumlah pasar yang ada di Palembang. Hal ini guna mengetahui pasar mana saja yang masih banyak pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya.
 
“Untuk melihat apakah bebas dari zat berbahaya kita harus melakukan pengujian. Kami dari BPOM akan merekap data berapa pasar yang ada di  Palembang ini dan nanti akan kami laporkan ke Ibu Wakil Wali Kota ,” kata Zulkifli. 
 
Ia mengakui sudah banyak perubahan sejak pihaknya dan Wawako Palembang menggencarkan sidak maupun sosialisasi. 
 
"Untuk mi kiloan memang tadinya kita masih menemukan. Tapi, sekarang sudah tidak ada lagi. Kalau yang masih banyak malah ada pada terasi. Kemarin masih kita temukan terasi yang mengandung bahan berbahaya dan nanti terasi ini akan dimusnahkan," ucap dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif