Ilustrasi
Ilustrasi

Penganiayaan oleh Teman Sebaya Dipicu Kalah Main Gim

Farhan Dwitama • 19 Mei 2022 17:29
Tangerang: Polres Tangerang Selatan, Banten, masih menyelidiki dugaan kekerasan dan penganiayaan yang dialami MZA, 16, oleh terduga 8 orang anak yang merupakan tetangga rumah korban dan beberapa anak dari luar lingkungan tempat tinggal korban. 
 
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu, menjelaskan, peristiwa penganiayaan terhadap MZA, dipicu permainan gim daring secara berkelompok antara MZA dengan teman sebayanya. 
 
"Pada saat kejadian, korban bersama para pelaku hendak bergadang sambil bermain gim online di salah satu rumah saksi anak yang orang tuanya sedang tidak ada di rumah," terang Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, Kamis, 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, korban MZA, diduga melakukan kesalahan ketika bermain gim daring secara berkelompok itu, hingga memicu kemarahan dan berujung penganiayaan mulai dari menyudutkan bara rokok dan besi obeng panas. 
 
"Ternyata akibat kesalahan korban, tim tersebut kalah. Kemudian korban disalahkan para pelaku anak dengan cara disundut dengan rokok yang masih menyala ke bagian lidah korban hingga bara api rokok mati di dalam mulut," terang Kapolres.
 
Baca juga: Anak Dianiaya Teman Sebaya Alami Sejumlah Luka Bakar
 
Perbuatan menyundut bara rokok ke area lidah korban itu, terang Kapolres, dilakukan oleh terduga anak berinsial B. Sedangkan terduga M merekam aksi menyundutkan bara rokok ke mulut korban. 
 
Tidak hanya menyundutkan rokok ke lidah korban, terduga pelaku anak lainnya juga menakuti korban dengan buah pepaya. Korban juga diusir dengan cara ditendang oleh pelaku yang kesal karena kalah bermain gim. 
 
"Korban diketahui fobia buah, ditakut-takuti menggunakan buah pepaya oleh pelaku anak MFB. Setelahnya, korban diancam akan ditusuk menggunakan pisau oleh pelaku anak M. Kemudian anak MR dan MAW mengusir korban untuk pulang dengan cara menendang korban," jelas dia.
 
Sementara, pelaku anak lainnya berinsial B, imbuh Kapolres, menempelkan lengan kiri korban dengan besi obeng yang sebelumnya telah dipanaskan menggunakan korek oleh anak berinisial NVL. 
 
"Pelaku anak NVL memanaskan obeng menggunakan korek untuk dipakai B, menempelkan obeng panas ke tangan kiri korban sebanyak 2 kali," terang dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif