Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Pusvetma Surabaya Optimistis Produksi Vaksin PMK Rampung 3 Bulan

Amaluddin • 26 Mei 2022 15:29
Surabaya: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menargetkan produksi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) rampung dalam waktu tiga bulan. Vaksin tersebut akan diproduksi oleh Pusat Veteriner dan Farmasi (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, bersama para pakar dari berbagai perguruan tinggi.
 
"Pak Menteri Pertanian kan sudah mengatakan bahwa tiga bulan vaksin sudah siap. Ya, kami harus berjuang, dengan sarana yang ada dan alat yang ada kami kerja siang malam kalau perlu," ata Konsultan tim pakar pembuatan vaksin PMK Suprapto, dikonfirmasi, Kamis, 26 Mei 2022.
 
Menurut Suprapto, waktu tiga bulan tidaklah mudah untuk memproduksi vaksin tersebut. Mengingat keterbatasan peralatan dan fasilitas pembuatan vaksin yang belum lengkap jadi kendala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena laboratorium yang saya tinggalkan sekarang sudah berantakan, istilahnya sudah enggak ada sama sekali," katanya.
 
Baca: Pemkot Bandung Merasa Kecolongan Masuknya Sapi Terjangkit PMK
 
Meski demikian, Suprapto yakin proses pembuatan vaksin yang ditarget selesai tiga bulan bisa terealisasi. Ia akan memanfaatkan dan memaksimalkan sarana yang ada, untuk bisa mencapai target. "Makanya untuk membuat vaksin PMK butuh perjuangan ekstra," ujarnya.
 
Suprapto menceritakan, dirinya pernah terlibat dalam pembuatan vaksin serupa saat studi di Australia pada 1977 dan di Inggris pada 1978. Pengalamannya tersebut yang menjadi bekal pengembangan vaksin PMK
 
Rencananya, sistem pembuatan vaksin PMK masih memakai sistem kuno atau seperti sistem pembuatan vaksin PMK pada 40 tahun lalu ketika Suprapto ikut dalam tim vaksin PMK pada 1980-an. Mereka akan membuat vaksin inaktif, vaksin virus yang dimatikan.
 
"Insyaallah dengan adik-adik di Pusvetma yang masih muda-muda energik ini, saya kira bisa memenuhi apa yang dijanjikan Menteri Pertanian. Diharapkan 5 juta dosis vaksin bisa segera dibuat," katanya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif