Ilustrasi--Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan Temanggung memeriksa sapi di Pasar Hewan Ngaren, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Anis Efizudin
Ilustrasi--Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan Temanggung memeriksa sapi di Pasar Hewan Ngaren, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Anis Efizudin

Pemkot Bandung Merasa Kecolongan Masuknya Sapi Terjangkit PMK

Media Indonesia.com • 26 Mei 2022 14:49
Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, mengaku kecolongan atas temuan lima ekor sapi terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masuk dari Purwakarta. Saat ini lima ekor sapi tersebut sudah dikarantina dan diobati.
 
"Kami merasa kecolongan kedatangan sapi positif PMK, awalnya jumlah sapi yang masuk ada sepuluh ekor ke peternakan di Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (24 Mei) lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata lima ekornya positif PMK," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, di Bandung, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Menurut Gin Gin, sekarang lima sapi ini masih ada di peternakan Babakan Ciparay dan sedang diisolasi. Info terbaru, sapi-sapi itu sudah mulai menunjukkan gejala baik seperti nafsu makan sudah meningkat dan air liurnya tidak terlalu banyak. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengantisipasi penyebaran PMK semakin luas, DKPP Kota Bandung akan terus melakukan pengawasan lebih ketat. Serta membuat satuan tugas (satgas) untuk menjaga lalu lintas hewan di Kota Bandung.
 
Baca juga:  Hewan Ternak yang Masuk Kabupaten Tangerang Harus Miliki Surat Sehat
 
"Kota Bandung sangat riskan karena dikelilingi zona merah. Ada 13 Daerah di Jawa Barat yang menjadi zona merah PMK seperti, Cianjur, Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, dan Garut," ucapnya.
 
Gin Gin mengingatkan DKPP Kota Bandung sebelumnya telah melarang para peternak menerima hewan tanpa SKKH dan sebaiknya menghabiskan stok yang ada.
 
"Tapi secara diam-diam mereka terima sapi dari Purwakarta sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya ya jadi seperti sekarang ini. Khawatirnya akan menyebar ke hewan-hewan yang sehat jadi tolong para peternak jangan dulu menambah hewannya habiskan dulu stok yang ada," pintanya.
 
Jika para pengirim dan peternak tidak bisa menunjukkan keterangan bebas PMK, lanjut Gin Gin, hewan-hewan tersebut harus ditolak masuk Kota Bandung.
 
Baca juga: 2.800 Sapi di Lombok Timur Positif PMK
 
Hingga saat ini sudah ada tiga kendaraan yang membawa yang berasal dari zona merah Lumajang dan Sumedang ditolak, karena tidak menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), satu truk itu isinya 12-16 ekor sapi.
 
Kepala Bidang Keamanan Pangan DKPP Kota Bandung, Ermariah, menjelaskan, masa inkubasi virus PMK ini sampai 14 hari. Setelah itu, hewan akan membentuk antibodinya sendiri untuk melawan penyakit ini.
 
Meski begitu, antibodi ini lama-lama akan menurun terus. Kerugian yang banyak juga dari segi ekonomi kalau sapi perah kena PMK, produksi susunya bisa turun 90 persen. Untuk sapi potong, berat badannya juga turun drastis. Belum lagi kalau sampai mati tentu peternak akan mengalami kerugian.
 
"Untuk menangani kasus PMK yang telah terjadi, kami terus melaksanakan proses disinfeksi dan pemberian vitamin pada semua hewan. Baik yang positif atau negatif, kita disinfeksi badan, kaki, dan kandangnya. Vitamin juga terus kita berikan untuk menjaga imunitas dan nafsu makan hewan," ungkapnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif