Subiyanto berfoto dengan sepedanya berlatar belakang Monumen Nol KM di Merauke. ANTARA/Dokumen Pribadi
Subiyanto berfoto dengan sepedanya berlatar belakang Monumen Nol KM di Merauke. ANTARA/Dokumen Pribadi

Inspiratif, Pria Asal Temanggung Keliling Indonesia Naik Sepeda Bermodal Rp125 Ribu

Antara • 23 Februari 2022 16:33
Temanggung: Warga Kampung Legoksari, Kelurahan Temanggung II, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Subiyanto, 56, berhasil keliling wilayah Indonesia selama 18 bulan dengan mengayuh sepedanya.
 
Subiyanto mengatakan dirinya berangkat dari Temanggung pada 13 Agustus 2020 bermodal uang Rp125 ribu. Dengan tekad pantang menyerah untuk terus mengayuh sepeda berkeliling Nusantara.
 
Ia bersepeda keliling Indonesia bertujuan mengenal suku bangsa, daerah wisata, dan keindahan wilayah di seluruh Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alam Indonesia indah dan warganya ramah, rukun, dan penuh kepedulian terhadap sesama," katanya setelah menyelesaikan gowes keliling Nusantara dan tiba di Temanggung pada Selasa, 22 Februari 2022.
 
Pria lajang yang hobi olahraga ini menuturkan perjalanannya dari Temanggung menuju Jakarta, Serang melalui jalur Pantura. Dilanjutkan menyeberang ke Lampung menuju Bengkulu, Padang, Banda Aceh, dan Sabang di Pulau We.
 
Baca: Warga Pilih Pfizer, Vaksin Astrazeneca di Sumenep Hampir Kedaluwarsa
 
Selanjutnya, menuju Medan, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Selanjutnya menyeberang naik kapal ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan kemudian gowes menuju Palangkaraya, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Tanjung Selor dan Tarakan.
 
Dari Kalimantan kemudian menyeberang ke Sulawesi menuju Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Toraja, Poso, Luwuk, Kendarai, Bau-Bau Pulau Buton kemudian menyeberang ke Ambon menuju Ternate, Tidore, Halamahera Sorong, Papua, Manukwari, Jayapura, dan Merauke.
 
"Saya berhasil ke titik nol kilometer di Merauke atau perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini," katanya.
 
Ia menyampaikan saat di Ternate sepeda yang dikendarainya patah di bagian kerangkanya. "Alhamdulillah ada yang berbaik hati, saya diberi sepeda untuk melanjutkan perjalanan oleh komunitas 'Gamalama Bicycle Club Ternate'," katanya.
 
Menurut dia, tidak ada kendala berarti dalam perjalanan, bahkan banyak yang menolongnya, baik dari komunitas sepeda ontel, komunitas sepeda motor, Polri, TNI, pemda setempat dan orang-orang Indonesia lainnya yang baru dikenalnya.
 
"Kadang saya ditolong saat sepeda rusak, diajak makan, bahkan sempat difasilitasi tidur di hotel. Ketika di Papua dari Jayapura ke Merauke dengan alasan keamanan naik Hercules yang difasilitasi TNI," katanya.
 
Dalam perjalanan keliling Indonesia, pria yang belum lulus SMP ini hanya berbekal KTP dan buku atlas, tanpa surat pengantar perjalanan dari kepolisian atau pemerintah daerah.
 
Namun, dia mendapat 32 piagam dari sejumlah kota yang disinggahinya, antara lain diberikan dari komunitas sepeda, komunitas sepeda motor, dan pejabat setempat.
 
Keponakan Subiyanto, Emi Kusyamah, mengatakan selama pamannya berkeliling Indonesia, dirinya menerima kiriman foto atau video dari komunitas sepeda atau lainnya yang tengah bersama pamannya.
 
"Ada kiriman dari Bengkulu, Aceh, Kalimantan, Sulawesi dan Papua termasuk di titik nol. Mereka mengirim foto atau video ke HP saya karena paman hanya membawa HP zadul yang tidak bisa untuk memotret," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif