Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam. Medcom.id/Hendrik S
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam. Medcom.id/Hendrik S

Soekarno Hatta Tolak 43 TKA Asal Tiongkok

Nasional Virus Korona tenaga kerja asing
Hendrik Simorangkir • 19 Maret 2020 15:06
Tangerang: Sebanyak 43 calon tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok ditolak masuk di Bandara Internasional Soekatno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka tidak diizinkan masuk atas rekomendasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno Hatta, pada Senin, 16 Maret 2020.
 
"Mereka itu sebagian besar persoalannya adalah validity of health certificate (HC). Ada yang masa berlaku HC-nya sudah kedaluwarsa dan ada juga yang tidak ada HC. Makanya 43 orang tersebut semuanya kami tolak," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Godam menuturkan 43 WN Tiongkok tersebut sesungguhnya memenuhi syarat masuk ke Indonesia secara keimigrasian. Namun kedatangan mereka terpaksa ditolak karena protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berdasarkan visa yang dimiliki, mereka menggunakan visa B 211 yaitu dalam rangka uji coba calon tenaga kerja asing di Indonesia," ungkapnya.
 
Baca:25 Turis Asing 'Diasingkan' ke Pulau Sikandang Aceh Singkil
 
Sebanyak 43 WN Tiongkok itu datang ke Indonesia transit di Thailand. Mereka diduga akan bekerja di Kendari, Sulawesi Tenggara.
 
Selain itu, dalam kurun waktu 5 Januari-19 Maret 2020, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta telah menolak 82 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara.
 
Dari jumlah tersebut, paling banyak WN Tiongkok, dan beberapa warga negara asal Malaysia, Inggris, Mali, Jepang, India, Yaman, Amerika Serikat, Ghana, Italia, dan Australia.
 
"Dengan Permenkumham Nomor 3 kemudian berubah menjadi Permenkumham Nomor 7 Tahun 2020 kita sudah menolak 82 orang WNA. Dimana, diantaranya 66 warga negara Tiongkok," jelas Godam.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif