Kantor Seksi Wilayah 1 Balai TNTN di Desa Lubuk Kembang Bunga, Riau, penuh coret-coret bernada ancaman setelah diserbu ratusan warga.
Kantor Seksi Wilayah 1 Balai TNTN di Desa Lubuk Kembang Bunga, Riau, penuh coret-coret bernada ancaman setelah diserbu ratusan warga.

Persoalan Tanah, Pusat Konservasi Gajah Riau Diteror Vandalisme Ancaman

Media Indonesia.com • 28 September 2022 13:45
Pelalawan: Kantor Seksi Wilayah 1 Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, penuh tulisan coret-coret bernada ancaman akibat diserbu ratusan warga.
 
Peristiwa itu merupakan buntut dari surat Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro kepada Kepala Desa (Kades) Air Hitam Tansi Sitorus untuk menghentikan penerbitan surat keterangan tanah (SKT) dan mencabut SKT yang telah diterbitkan yang terindikasi masuk dalam kawasan TNTN. 
 
Pasalnya, kawasan TNTN, yang merupakan pusat konservasi Gajah Sumatra itu semakin menyusut akibat maraknya perambahan dan alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan kebun kelapa sawit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari luas areal 81.793 hektare, saat ini hanya tersisa sekitar 14 ribu hektare berbentuk hutan alam.
 
Baca juga: Cekcok Patok Batas Tanah, Wanita Paruh Baya Tewas Dibacok Tetangga

Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto mengatakan aksi spontanitas 150 warga Desa Air Hitam meminta klarifikasi di Kantor Seksi Balai TNTN Desa Lubuk Kembang Bunga pada Selasa, 27 September 2022, sekitar pukul 11.15 WIB.
 
"Masyarakat melampiaskan aksinya dengan membuat tulisan dinding bangunan. Namun tidak sampai melakukan perusakan atau anarkistis," kata Sunarto, Rabu, 28 September 2022.
 
Dijelaskannya, aksi massa itu terkait adanya surat yang disampaikan Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro kepada Kades Air Hitam Tansi Sitorus melalui pesan Whatsapp pada Jumat, 23 September 2022.
 
"Dalam surat tersebut berisi imbauan agar Kepala Desa Air Hitam menghentikan penerbitan dan mencabut surat keterangan tanah yang terindikasi masuk dalam kawasan TNTN," jelasnya.
 
Baca juga: Masih Bersengketa, Pengelola Kebun Binatang Bandung Daftarkan Lahan ke BPN

Sebelumnya, lanjut Sunarto, pada Senin, 26 September 2022, saat rapat mingguan, Kades menyampaikan kepada forum rapat perihal Whatsapp yang diterimanya dari Kepala Balai TNTN.  Kemudian, esok harinya, Selasa, 27 September 2022, secara spontan masyarakat Desa Air Hitam menuju Kantor Seksi Balai TNTN Wilayah 1 untuk menemui pegawai TNTN. Namun kondisi kantor kosong.
 
"Masyarakat melampiaskan aksinya dengan membuat tulisan dinding bangunan," ujarnya.
 
Sementara Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro membenarkan peristiwa tersebut. "Memang ada gerakan massa dari Desa Air Hitam di Kantor Seksi PTN (Pengelolaan Taman Nasional) wilayah 1 di Desa Lubuk Kembang Bunga," jelas Heru.
 
Menurutnya, warga melakukan aksi coret-coret karena berawal dari surat Kepala Balai TNTN kepada Kepala Desa Air Hitam untuk menghentikan penerbitan SKT dan mencabut SKT yang telah diterbitkan yang terindikasi masuk dalam kawasan TNTN.
 
"Sekarang sudah dalam penanganan Polres Pelalawan," jelasnya.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif