Hasan, siswa SD di Lampung kesulitan memeroleh buku pelajaran sekolah (Foto: Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)
Hasan, siswa SD di Lampung kesulitan memeroleh buku pelajaran sekolah (Foto: Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Anak di Lampung Tempuh Puluhan Kilometer demi Mendapatkan Buku Bacaan

Nasional bukuuntukindonesia
Gervin Nathaniel Purba • 21 Juli 2017 16:45
medcom.id, Pringsewu: Bagi masyarakat daerah pinggiran kota, memperoleh ilmu pengetahuan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Ketatnya persaingan di kota, membuat warga di pinggiran kota masih kesulitan mendapatkan buku.
 
Tetapi, selama ada niat dan kerja keras itu takkan menjadi masalah. Itu prinsip yang terus dipegang Helmasuri, 50, warga Jalan Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
 
Ibu dua anak ini mengaku kesulitan mencari buku pelajaran sekolah di daerah tempat tinggalnya. Agar mendapatkan buku pelajaran sekolah untuk Hasan, anak keduanya yang baru masuk kelas 6 SD, Helmasuri harus pergi ke Bandar Lampung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan menumpang angkutan umum, ia menempuh sekitar satu jam dari Gadingrejo-Bandar Lampung sejauh 24 kilometer untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. "Susah cari buku di sini (Gadingrejo), apalagi buku pelajaran," kata Helmasuri kepada Metrotvnews.com di kediamannya, Kamis, 20 Juli 2017.
 
Bolak-balik Gadingrejo-Bandar Lampung menjadi rutinitas Helmasuri menjelang tahun ajaran baru. Sebelum ke Bandar Lampung, ia harus membuat daftar buku yang dibutuhkan anaknya.
 
Setibanya di Bandar Lampung, Helmasuri tidak kesulitan menentukan buku yang ingin ia beli. Tapi rencana tidak selalu berjalan mulus, ternyata ada buku yang harganya lebih mahal dari perkiraan Helmasuri.
 
"Ketika sampai di Bandar Lampung asal ada uang (bisa beli buku). Semua kembali pada uang," ucap Helmasuri.
 
Helmasuri mengatakan, guru di sekolah Hasan membantu mencarikan buku yang dibutuhkan. Para guru menyiasati tingginya harga dengan memfotokopi buku pelajaran untuk murid tidak mampu.
 
Anak di Lampung Tempuh Puluhan Kilometer demi Mendapatkan Buku Bacaan
Helmasuri dan Hasan bercerita perjuangannya mendapatkan buku pelajaran sekolah (Foto: Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)
 
Biaya yang Helmasuri keluarkan untuk fotokopi semua buku yang anaknya butuhkan sekitar Rp40 ribu sampai Rp80 ribu. Dari penghasilannya sebagai guru pengajar dan suaminya berdagang mainan anak-anak, sejauh ini kebutuhan Hasan terhadap buku masih tercukupi.
 
Segala keterbatasan tidak membuat Hasan tertinggal jauh dari teman-temannya. Ia selalu masuk lima besar siswa berprestasi di SDN Gadingrejo 7. Anak menjadi juara kelas bukan target Helmasuri. Selama Hasan berjuang dan menunjukkan yang terbaik, meskipun tidak juara kelas, Helmasuri sudah bersyukur. "Tidak juara. Namun jika nilainya 8,6 dan 8,7 saya sudah senang," kata Helmasuri.
 
Sulitnya warga di pelosok mendapatkan buku menggugah PT Bank Central Asia (BCA) menggagas sebuah gerakan bertajuk #BukuUntukIndonesia. Gerakan ini mengajak masyarakat mendonasikan uang untuk kemudian dikonversi menjadi buku yang akan diserahkan kepada anak-anak di berbagai pelosok negeri.
 
Ayo, ikut serta dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Caranya, kunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi." Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan. Dengan berbagi minimal Rp100 ribu Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif