Kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang/AFP.
Kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang/AFP.

Kalapas Klas I Tangerang Bantah Praktik Jual Beli Kamar

Hendrik Simorangkir • 09 Februari 2022 18:08
Tangerang: Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Asep Sunandar, mengaku kaget terkait adanya kabar praktik jual beli kamar yang diutarakan seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tangerang, Ryan Santoso. Pasalnya pernyataan Ryan terkait hal tersebut bukan didasari dari dirinya sendiri.
 
Dugaan praktik jual beli kamar itu terungkap saat sidang kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa, 8 Februari 2022. Pihak yang mengungkapkan dugaan praktik tersebut adalah saksi sekaligus narapidana di Lapas Kelas I Tangerang, Ryan Santoso.
 
"Dia sendiri (Ryan) saja tidak mengalami. Itu dia bilang begitu saat di PN (Pengadilan Negeri) Tangerang berdasarkan keterangan dari temannya," kata Asep yang baru menjabat sebagai Kalapas Klas I Tangerang selama satu bulan, Rabu, 9 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Praktik Jual Beli Kamar Narapidana di Lapas Klas I Tangerang Terungkap
 
Asep menjelaskan jika Ryan yang kini tidak mendekam di Blok C sempat mengutarakan ada jual beli kamar blok tersebut dengan harga Rp1-2 juta. Terkait adanya permintaan di tempat barunya sekarang, lanjut Asep, tidak ada pungutan biaya yang diterimanya.
 
"Dia (Ryan) itu sudah tidak ada di blok C, tapi sekarang dia di blok F. Dan kata Ryan pun di blok F tidak ada pungutan," jelasnya.
 
Asep menuturkan pihaknya memanggil Ryan setelah mengutarakan pernyataannya tersebut di PN Tangerang bukan untuk mengintimidasinya.
 
"Kami tidak mengintimidasi yang bersangkutan, silahkan saja berbicara apa adanya. Kalau pun umpamanya mungkin ada oknum-oknum di antara mereka, ingin menambah menu makan, jajan, segala macam, itu kami tidak tahu. Ada iuran-iuran, mungkin di antara mereka, sering kali kami temukan di beberapa lapas seperti itu," ungkapnya.
 
Namun Asep ragu saat ditanya dugaan praktik jual beli kamar itu terjadi sebelum dirinya menjabat Kalapas Klas I Tangerang.
 
"Iya mungkin dulu, karena kan bicara dalam persidangan itu kan terkait dengan kejadian sebelum saya masuk. Kalau sekarang yang bersangkutan (Ryan) ada di Blok F saat saya masuk," ujarnya.
 
Sebelumnya praktik jual beli kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) diduga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang. Seorang WBP Lapas Tangerang Ryan Santoso mengatakan harus membayar uang untuk dapat kamar selama menjalani masa tahanan.
 
Pernyataan Ryan itu terungkap saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang. Sidang beragendakan pemeriksaan saksi.
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif