ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Praktik Jual Beli Kamar Narapidana di Lapas Klas I Tangerang Terungkap

Hendrik Simorangkir • 09 Februari 2022 07:15
Tangerang: Praktik jual beli kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) diduga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang. Seorang WBP Lapas Tangerang Ryan Santoso mengatakan harus membayar uang untuk dapat kamar selama menjalani masa tahanan.
 
Pernyataan Ryan itu terungkap saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang. Sidang beragendakan pemeriksaan saksi. 
 
Ryan yang diketahui mendekam di aula Blok C2 itu ditanya majelis hakim alasan tidur di aula. Majelis hakim juga bertanya berapa lama menempati aula tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah tiga bulan. (Kamar) itu enggak bisa (ditempati), sudah ada penghuninya. Masuk kamar bayar juga, orang lama," jawab Ryan.
 
Ryan mengatakan untuk tinggal di aula pun tak gratis. Dia harus membayar Rp5 ribu untuk sepekan. 
 
Ia menjelaskan untuk mendapat kamar di Blok C2 WBP harus membayar Rp2 juta. Namun, ada pula yang hanya Rp1 juta. 
 
Baca: Jaksa Sebut 4 Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Lalai Saat Bertugas
 
"Bayaran itu seterusnya sampai pulang. Sekali bayar saja," jelasnya.
 
Ryan tak mengetahui apakah terdapat perbedaan fasilitas antara kamar dan aula Blok C2. Sebab, pintu kamar di Blok C2 ditutup rapat.
 
Narapidana lain yang juga memberikan kesaksian adalah Yudi R dan Suhendra. Mereka memberi kesaksian secara virtual dari Lapas Klas I Tangerang.
 
Satu anggota Polres Metro Tangerang Kota yang turut memberi kesaksian adalah Budi Haryono. Dia hadir langsung di ruang sidang.
 
Sidang kasus kebakaran lapas yang digelar merupakan sidang kedua kalinya. Dalam sidang ini, keempat terdakwa hadir, yakni Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butar Butar. Mereka merupakan petugas Lapas Klas I Tangerang.
 
Suparto, Rusmanto, dan Yoda didakwa Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal. Sementara itu, Panahatan didakwa Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif