Harimau Sumatera mati terjerat kawat tebal di Aceh Timur, Aceh. foto: Istimewa
Harimau Sumatera mati terjerat kawat tebal di Aceh Timur, Aceh. foto: Istimewa

3 Harimau Sumatra di Aceh Timur Mati Kena Jerat

Nasional Hewan Buas aceh Hewan Dilindungi
Fajri Fatmawati • 25 April 2022 19:17
Aceh Timur: Sebanyak tiga ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan mati di hutan dalam kawasan PT Aloer Timur Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabuapten Aceh Timur, Aceh. Ketiga harimau tersebut mati dengan kondisi kedua kaki terjerat kawat.
 
Kaposlek Serbajadi, Iptu Hendra Sukmana, mengatakan setelah memperoleh informasi dari petugas FKL (Forum Konservasi Lauser), pihaknya bersama anggota Koramil 01/Pnr Peunaron menuju ke lokasi.
 
"Sesampainya di lokasi terdapat dua harimau, terdiri satu ekor induk betina dan satu ekor jantan diduga anaknya mati dengan kondisi kaki kedua harimau tersebut terjerat kawat tebal," kata Hendra, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dugaan sementara kematian kedua harimau tersebut karena terkena jerat babi. Saat ditemukan kondisi kaki kedua harimau tersebut terjerat dengan jenis kawat tebal atau yang biasa disebut seling.
 
Baca: 11 Buaya di Banyuasin yang Lepas dari Penangkaran Tertangkap
 
"Setelah dilakukan penyisiran oleh petugas dari Kepolisian Sektor Serbajadi, Koramil 01 Pnr/Peunaron dan FKL kembali ditemukan satu ekor harimau lagi yang terjerat. Jaraknya sekitar 500 meter dari dua ekor yang pertama kali ditemukan, jadi jumlah harimau yang mati diduga akibat terkena jerat menjadi 3 ekor," jelasnya.
 
Atas kejadian tersebut, Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun karena dapat membahayakan termasuk satwa yang dilindungi dan dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 
 
"Bagi yang sengaja melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Begitupun bagi yang melakukan pelanggaran karena kelalaiannya akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp50 juta," jelasnya.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif