Konferensi pers pelimpahan kasus korupsi RSUD Wonosari, Selasa, 28 Juni 2022. Dokumentasi/ Antara
Konferensi pers pelimpahan kasus korupsi RSUD Wonosari, Selasa, 28 Juni 2022. Dokumentasi/ Antara

Berkas Perkara Lengkap, Kasus Korupsi RSUD Wonosari Segera Disidangkan

Antara • 28 Juni 2022 18:31
Yogyakarta: Kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari telah dinyatakan lengkap atau P21 setelah sempat bolak balik 9 kali ke kejaksaan.
 
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto, mengatakan kasus tersebut melibatkan dua tersangka yakni Direktur RSUD Wonosari, Isti Indiyantu dan Kepala Bidang Teknis RSUD Wonosari, Aris Suryanto.
 
"Sejak ditetapkan tersangka pada 27 April 2020, berkas perkara kasus ini sudah 9 kali bolak balik ke jaksa. Dan hari ini berkas tersangka Isti kami serahkan ke jaksa karena sudah lengkap atau P21. Sementara berkas Aris masih dalam tahap pemenuhan petunjuk jaksa peneliti," kata Yulianto kepada wartawan, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Baca: Muluskan Proyek di Koltim, Adik Bupati Muna Cawe-cawe Urus Dana PEN

Yulianto menjelaskan dugaan korupsi tersebut telah merugikan negara sebanyak Rp470 juta. Kasus berawal antara tahun 2009 sampai 2012, telah terjadi kesalahan bayar atas uang jasa pelayanan dokter laboratorium kepada para dokter dan petugas kesehatan di RSUD Wonosari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas hal tersebut pada 2015, tersangka Isti memerintahkan untuk mengembalikan atau mengumpulkan uang salah bayar tersebut. Kamudian pada tahun yang sama, uang pengembalian jasa dokter lab terkumpul sebesar Rp646 juta.
 
Dari sejumlah uang tersebut, Rp158 juta di antaranya telah dimasukkan kedalam Kas RSUD Wonosari Sedangkan sisanya Rp488 juta atas perintah Isti tidak dimasukkan dan dicatat dalam pembukuan kas RSUD Wonosari.
 
"Selanjutnya uang Rp470 juta secara berturut turut digunakan untuk kepentingan pribadi, bersama-sama tersangka Aris," jelasnya.
 
Tersangka Aris berperan membuat kwitansi yang isinya tidak benar sebagai bentuk pertanggungjawaban, seolah olah di RSUD Wonosari pada tahun 2016 ada beberapa kegiatan.
 
Kegiatan tersebut antara rehabilitas ruang loundry RSUD Wonosari, sewa seng pembatas areal pembangunan gedung IGD dan Radiologi RSUD Wonosari. Kemudian rehab ruang tunggu laboratorium, gedung satpam dan bangsal dahlia, RSUD Wonosari, pengecatan gedung, dan pagar RSUD Wonosari.
 
"Dari kasus ini penyidik telah berhasil menyita uang tunai Rp470 juta dari para tersangka," ungkapnya.
 
Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY, Kombes Roberto GM Pasaribu, mengatakan penyidikan kasus ini disupervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri.
 
Dalam hal ini juga mengedepankan kerjasama dengan kejaksaan, Bareskrim, dan KPK serta aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan instansi terkait untuk memberikan pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara oleh aparatur pemerintah.
 
"Hal ini menindaklanjuti perintah Bapak Kapolri dalam penguatan peran Polri mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah," ungkap Roberto.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif