Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Hisar Siallagan dalam ungkap kasus pelecehan seksual oknum dosen A menunjukkan barang bukti, Senin (6/12/2021). ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Hisar Siallagan dalam ungkap kasus pelecehan seksual oknum dosen A menunjukkan barang bukti, Senin (6/12/2021). ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21

Polda Sumsel Panggil Oknum Dosen Terlapor Pelecehan Seksual

Antara • 10 Desember 2021 09:08
Palembang: Aparat Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (Polda Sumsel) menyebut segera melakukan pemanggilan terhadap oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai terlapor atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi di Fakultas Ekonomi.
 
Oknum dosen terlapor berinisial R itu dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi, yaitu F, C, dan D, karena diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui pesan singkat di media sosial terhadap mereka pada Rabu, 1 Desember 2021.
 
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan mengatakan laporan dugaan pelecehan ini sudah naik dari penyelidikan ke tahap penyidikan, sehingga terlapor segera dipanggil untuk dimintai keterangan atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Laporannya sudah naik ke penyidikan. Secepatnya dilakukan pemanggilan daripada terlapor. Secepatnya dipanggil,” kata dia, Jumat, 10 Desember 2021.
 
Baca juga: Daerah dengan Nol Kasus Covid-19 di Sulteng Berkurang
 
Menurut Hisar, naiknya kasus ini ke tahap penyidikan, karena penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor sekaligus terus mengumpulkan barang bukti.
 
Ketiga pelapor ditemui langsung oleh penyidik Subdit IV Renakta Polda Sumsel, sebab mereka tidak datang pada jadwal pemeriksaan pada Selasa sore, 7 Desember 2021, di markas Polda Sumsel.
 
“Penyidik mendatangi mereka untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
 
Sementara itu, oknum dosen R sebelumnya membantah dirinya melakukan pelecehan sebagaimana dimaksud oleh ketiga mahasiswinya tersebut.
 
Menurut pengakuannya, dirinya selalu menjaga sikap terhadap mahasiswa seperti selayaknya dosen. Bahkan mengaku nomor telepon untuk mengirimkan pesan yang mengandung pornografi itu bukan miliknya.
 
Baca juga: Dosen Unsri Terduga Kasus Pelecehan Dinonaktifkan Sebagai Kaprodi
 
“Itu bukan nomor saya. Saya bersikap formil-formil saja selayaknya dosen. Mahasiswa bimbingan saya banyak. Cuma kenal F dan C itu mahasiswi saya yang terancam lima tahun lebih kuliahnya, sedangkan D tidak tahu,” kata R, di Palembang, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Dampak kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, Rektorat Unsri telah menonaktifkan oknum dosen R dari jabatannya sebagai Kaprodi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unsri Kampus Bukit Besar, Palembang.
 
Keputusan penonaktifan tersebut termaktub dalam Surat Rektor Unsri Nomor 452/UN9/SK.BUK.KP/2021 yang diterbitkan pada Selasa (7/12), termasuk dibebastugaskan sebagai dosen sampai kasus ini selesai.
 
Oknum dosen R tersebut merupakan satu dari dua oknum dosen di Unsri yang dilaporkan mahasiswinya, karena diduga melakukan pelecehan seksual.
 
Sedangkan untuk oknum dosen Unsri lainnya yang berinisial A saat ini telah berstatus sebagai tersangka sejak Senin malam, 6 Desember 2021. Ia sudah ditahan selama 20 hari di Mapolda Sumsel atas dugaan melakukan pelecehan seksual secara fisik terhadap mahasiswinya berinisial DR di Laboratorium Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri Kampus Indralaya, Ogan Ilir.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif