Foto udara perairan kepulauan di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
Foto udara perairan kepulauan di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

Natuna, Surga Wisata di Perbatasan Indonesia

Nasional Merdeka di Perbatasan BAKTI
Surya Perkasa • 20 Agustus 2018 07:00
Ranai: "Perhatian, para penumpang pesawat dengan nomor penerbangan IW1270 dari Batam tujuan Natuna Ranai, dipersilakan naik ke pesawat udara melalui pintu A6.” Informasi melalui pengeras suara itu berulang beberapa kali, mengingatkan tim Medcom.id untuk lekas masuk ke badan pesawat.
 
Kami bergegas, karena cemas ketinggalan pesawat. Maklum, pesawat yang akan mengantar kami ke Natuna, kabupaten kepulauan di perbatasan Indonesia ini, hanya terbang beberapa kali dalam satu hari.
 
Tak banyak memang penerbangan ke Natuna. Penumpang pesawat yang kami tumpangi pun tidak melimpah. Selain kami, hanya ada dua penumpang lain, laki-laki, dan perempuan. Mereka tampaknya suami istri. Jadilah kabin pesawat terasa lengang, layaknya pesawat pribadi bagi kami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Natuna, Surga Wisata di Perbatasan Indonesia
Tim Medcom.id menikmati penerbangan ke Natuna (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Jelas ini pengalaman langka bagi kami. Satu pesawat hanya berisi lima penumpang. Tak ingin kehilangan momen, kami berkali-kali melakukan swafoto. Laki-laki dan perempuan yang satu pesawat dengan kami hanya tersenyum menyaksikan ulah kami.
 
"Biasanya penerbangan tidak sesepi ini, pak," ucap Bella, pramugari pesawat kami.
 
Saat pesawat memasuki kawasan Natuna, saya tertegun. Indah nian penampakan laut, dan Kepulauan Natuna dari udara. "Ini tidak kalah dari Lombok," saya membatin.
 
Natuna, Surga Wisata di Perbatasan Indonesia
Foto udara salah satu sudut Pulau Bunguran, tempat ibu kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

 
Pesawat mendarat mulus di Bandar Udara Raden Sadjad, Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Bandara ini milik TNI Angkatan Udara, yang juga difungsikan sebagai bandar udara sipil.
 
Dua penumpang lain yang satu perjalanan dengan kami turun lebih dahulu dari pesawat. Kami memilih turun belakangan karena memang membawa banyak perlengkapan dari Jakarta.
 
Setelah penerbangan sekitar empat jam dari Jakarta, dengan sekali transit di Batam, akhirnya kami menginjakkan kaki di kabupaten kepulauan yang berpenduduk tak lebih dari 100 ribu jiwa ini.
 
"Selamat datang di Natuna," kata salah seorang kru darat bandara dengan ramahnya. Kami membalas dengan senyum. Tapi, kalimat berikut dari sang kru membuat kami terkejut, juga agak malu.
 
"Bapak-bapak datang bersama dengan Pak Bupati dan Ibu ya?"
 
Ternyata dua penumpang yang bersama kami tadi adalah Bupati Natuna, Hamid Rizal. Untuk meyakinkan diri, saya pun langsung berselancar di dunia maya.
 
Saya sempat sangsi bisa membuka situs pencarian karena katanya sinyal di perbatasan itu sulit. Tapi toh, ternyata kode 4G terpampang jelas di layar telepon pintar saya.
 
Saya pun iseng-iseng mencari sinyal WiFi karena merasa sayang menggunakan paket data yang terus menipis. Tak lama, saya menemukan sinyal WiFi gratisan di bandara.
 
Natuna, Surga Wisata di Perbatasan Indonesia
Bandar Udara Ranai adalah sebuah bandara yang terletak di Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Provinsi Kepulauan Riau di laut Cina selatan. Bandara ini teregistrasi sebagai Bandara Natuna Ranai di sistem penerbangan internasional (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)
 
Belakangan kami mengetahui, WiFi yang kami gunakan merupakan salah satu dari delapan jaringan WiFi gratis yang dibangun BAKTI (Badan Aksesebilitas Telekomunikasi dan Informatika), Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Natuna.
 
Delapan titik WiFi tersebut selain berada di Bandara Raden Sadjad yang kami nikmati, juga tersebar di area Lapangan Tourist Information Center (TIC) yang berada di seberang Masjid Agung Natuna, Area Kantor Perizinan, Pantai Kencana, Perpustakaan Daerah, Pelabuhan Tanjung Payung Penagi, Tugu Gasing, dan area Kantor Bupati.
 
WiFi gratis ini merupakan bagian dari janji hadirnya internet cepat bernama BAKTI Akses Internet (Bakti Aksi) untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program Penyediaan Jasa Akses Internet yang dilaksanakan BAKTI merupakan program penyediaan akses internet dengan kapasitas bandwidth minimal dua megabit per detik (Mbps). Apalagi, saat ini Palapa Ring Barat telah 100 persen rampung digelar hingga Natuna, maka internet cepat sudah berada di Natuna.
 
Sebagai pengguna internet akut, Tim Medcom.id berharap selama melakukan perjalanan di Natuna dapat selalu diiringi keberadaan sinyal kuat.
 
Bersambung (Seri 1 dari 5)
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif