ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

BPBD Tanjungpinang Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Antara • 29 September 2022 15:25
Tanjungpinang:  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), siaga mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana alam di daerah tersebut. Kepala BPBD Tanjungpinang Dedy Sufri Yusja menyebut hujan tinggi yang berpotensi terjadi jelang akhir tahun dapat menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
 
"Peringatan kewaspadaan di titik-titik rawan bencana harus diinformasikan ke masyarakat untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana," kata Dedy di Tanjungpinang, Kamis, 29 September 2022.
 
Dedy menjelaskan beberapa permasalahan cuaca ekstrem di Tanjungpinang, di antaranya saluran drainase tidak sesuai dengan debit air, tersumbat, dan mengalami pendangkalan. Kondisi itu, kata dia, mengakibatkan genangan air di beberapa titik pada saat terjadinya hujan dengan intensitas yang tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, tingginya gelombang air laut yang disebabkan oleh cuaca ekstrem juga berdampak kepada pengguna jasa transportasi laut antarpulau di wilayah Tanjungpinang, yakni rute Tanjungpinang- Penyengat, Penyengat-Tanjungpinang, Tanjungpinang-Senggarang dan Senggarang– Tanjungpinang.
 
Selanjutnya , kondisi pohon yang condong di pinggir jalan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan masyarakat juga perlu menjadi perhatian semua pihak supaya selalu tetap waspada.
 
Baca: Waspada! Bangka Belitung Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem

"Juga kurangnya informasi atau pengetahuan masyarakat terkait cuaca ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, gelombang pasang, banjir, banjir rob, tanah bergerak atau longsor, petir, pohon tumbang, dan lainnya," paparnya.
 
Ia mengatakan ada beberapa upaya mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di ibu kota Provinsi Kepri itu, antara lain melakukan pemetaan dan upaya pemotongan/pemangkasan terhadap kondisi pohon, terutama yang berada di pinggir jalan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
 
Meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang peringatan dini bencana kepada masyarakat melalui stakeholder seperti RT, RW, kelurahan dan kecamatan, terkait munculnya potensi bencana saat cuaca ekstrem.
 
Lalu, meningkatkan pengawasan kepada operator atau penambang dan pengguna jasa transportasi laut yang melayani rute penyeberangan antarpulau di wilayah Tanjungpinang.
 
"Sosialisasi kepada masayarakat terkait kemungkinan cuaca ekstrem harus dilakukan semua stakeholder terkait. Jika diperlukan dapat merumuskan status siaga di wilayah Tanjungpinang terkait peringatan dini cuaca ekstrem," ucap dia.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif