Probolinggo: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan alat pelindung diri (APD) di Kota Probolinggo. Khofifah ingin memastikan produksi ketersediaan APD terpenuhi.
"Seperti yang kita tahu, APD ini hampir seluruh negara membutuhkan. Untuk itu, setelah Wali Kota Probolinggo memberi tahu saya keberadaan pabrik ini, langsung saya cek," ujar Khofifah saat kunjungannya di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 1 April 2020.
Pihak pabrik menyampaikan kepada Khofifah mampu memproduksi satu juta unit baju hazmat per bulannya. Ketersediaan bahan baku produksi diprediksi cukup untuk tiga bulan ke depan.
"Kalau APD ini bisa untuk Jawa Timur, saya tentu ingin minta kuota harian. Kenapa harian, karena saya paham APD ini juga dibutuhkan di daerah lain. Yang jelas saya ingin memastikan semua tenaga medis yang menangani covid-19 di Jawa Timur harus aman," tegas Khofifah.
Baca: Khofiah Minta RT/RW Data Pemudik Baru Tiba di Jatim
Di sisi lain, mengantisipasi penyebaran covid-19 di Jawa Timur meluas, Khofifah meminta RT/RW mengawasi pemudik yang baru tiba dari perantauan. Pemudik diminta wajib lapor ke RT/RW setempat mengantisipasi penyebaran covid-19.
"Jadi mereka (pemudik) harus lapor, mulai ke tingkat RT/ RW hingga Lurah. Sehingga tercatat mobilitas warganya yang baru pulang kampung," kata Khofifah.
Pendataan pemudik khususnya dari daerah-daerah yang sudah berkategori zona merah covid-19, penting dilakukan. Hal itu untuk memudahkan tracing (penelusuran) jika ada warga yang terinfeksi positif covid-19. (Reno Reksa)
Probolinggo: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan alat pelindung diri (APD) di Kota Probolinggo. Khofifah ingin memastikan produksi ketersediaan APD terpenuhi.
"Seperti yang kita tahu, APD ini hampir seluruh negara membutuhkan. Untuk itu, setelah Wali Kota Probolinggo memberi tahu saya keberadaan pabrik ini, langsung saya cek," ujar Khofifah saat kunjungannya di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 1 April 2020.
Pihak pabrik menyampaikan kepada Khofifah mampu memproduksi satu juta unit baju hazmat per bulannya. Ketersediaan bahan baku produksi diprediksi cukup untuk tiga bulan ke depan.
"Kalau APD ini bisa untuk Jawa Timur, saya tentu ingin minta kuota harian. Kenapa harian, karena saya paham APD ini juga dibutuhkan di daerah lain. Yang jelas saya ingin memastikan semua tenaga medis yang menangani covid-19 di Jawa Timur harus aman," tegas Khofifah.
Baca:
Khofiah Minta RT/RW Data Pemudik Baru Tiba di Jatim
Di sisi lain, mengantisipasi penyebaran covid-19 di Jawa Timur meluas, Khofifah meminta RT/RW mengawasi pemudik yang baru tiba dari perantauan. Pemudik diminta wajib lapor ke RT/RW setempat mengantisipasi penyebaran covid-19.
"Jadi mereka (pemudik) harus lapor, mulai ke tingkat RT/ RW hingga Lurah. Sehingga tercatat mobilitas warganya yang baru pulang kampung," kata Khofifah.
Pendataan pemudik khususnya dari daerah-daerah yang sudah berkategori zona merah covid-19, penting dilakukan. Hal itu untuk memudahkan
tracing (penelusuran) jika ada warga yang terinfeksi positif covid-19. (Reno Reksa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)