Banyak warga yang datang melihat wajan raksasa yang ditemukan di Bantul. (Tribunjogja/Santo Ari)
Banyak warga yang datang melihat wajan raksasa yang ditemukan di Bantul. (Tribunjogja/Santo Ari)

Warga Bantul Geger Penemuan Wajan Raksasa Peninggalan Belanda

Inibaru • 03 September 2021 07:04
Bantul: Warga di Padukuhan Kretek, Kelurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Bantul geger dengan penemuan sebuah benda mirip wajan berukuran raksasa. Benda tersebut ditemukan saat petugas ekskavator melakukan penggalian pada Selasa, 31 Agustus sore kemarin.
 
Penemuan benda berukuran tidak biasa itu membuat warga setempat geger. Mereka berdatangan untuk melihat benda temuan itu.  Operator Eskavator pun menceritakan penemuan wajan besar itu. Secara tidak sengaja dia menemukannya saat alat beratnya menyentuh benda keras ketika tengah menggali tanah.
 
Wajan itu ditemukan di kedalaman tiga meter. Karena benda tersebut berukuran besar, proses pengangkatan menggunakan ekskavator. Rupanya, proses pengangkatan benda ini cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekitar pukul 15.00 kami mulai gali dan bisa naik sekitar pukul 18.00," ujar salah satu petugas eskavator.
 
Baca: Bupati Kampar Punya Mobil Dinas di Jakarta & Yogyakarta
 
Lurah Jambidan, Zubaidi menduga wajan raksasa tersebut adalah tempat untuk menampung air. Dugaan itu berdasarkan cerita turun temurun. Pada 1980-an, warga sempat ingin memfungsikan kembali wajan tersebut untuk mengaktifkan pompa air agar air dapat sampai ke Wirokerten.
 
"Namun pembangunannya mangkrak dan tidak bisa difungsikan," paparnya.
 
Menurutnya wajan tersebut terbuat dari tembaga dengan diameter sekitar 2,5 meter dan tingginya 1 meter. Kondisi wajan telah berkarat namun masih sangat solid.  "Rencana akan dibersihkan dan dibuatkan monumen, di lapangan itu," ujar dia.
 
Supardi, penyewa tanah di lokasi penemuan, meyakini jika itu adalah landasan pompa air milik Belanda. Jadi, dahulu lokasi tersebut disebut 'kompan' dan di sana dibangunlah pompa air untuk mengairi kebun tebu.
 
Dia tidak terkejut dengan penemuan wajan itu. Dia menjelaskan, karena pompa air yang mau difungsikan kembali itu tidak terwujud, wajan tersebut kemudian akhirnya diuruk hingga terlupakan.
 
"Akhirnya saat itu diuruk karena untuk jalan kaki orang. Dulu kan jalannya di pinggirnya itu," ujarnya.
 

*Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif