Ilustrasi warga mengalami kesurupan ditenangkan sejumlah offical/ist
Ilustrasi warga mengalami kesurupan ditenangkan sejumlah offical/ist

Stres Beban Kerja Berat, 80 Buruh Pabrik di Garut Kesurupan Massal

Media Indonesia • 06 Juli 2022 17:49
Garut: Puluhan perempuan buruh pabrik PT Pratama Abadi Industri di Desa Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, mengalami kesurupan massal tadi pagi Rabu, 6 Juli sekira pukul 08.00 WIB. 
 
Kesurupan bermula ketika seorang buruh berteriak dan pingsan. Disusul pekerja lainnya hingga mereka langsung dipulangkan.
 
Kapolsek Limbangan, Kompol Uus Susilo mengatakan, kesurupan massal awalnya salah seorang pekerja berteriak histeris. Total ada 80 pekerja yang mengalami kesurupan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan kejadian tersebut salah satu direktur perusahaan melapor dan langsung berkoordinasi dengan tim medis termasuk spiritual untuk bergerak ke lokasi kejadian," kata Uus di Garut, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Petugas medis dan tim spiritual dibantu oleh warga setempat melakukan upaya untuk memulihkan kesadaran hingga beberapa buruh bisa dikendalikan. Para buruh yang mengalami kesurupan rata-rata berteriak hingga badan lemas.
 
Baca: Atlet Anggar Porprov Jawa Timur Kesurupan Massal

"Atas alasan kondisi tersebut, para pegawai itu kemudian disarankan untuk pulang ke rumah masing-masing agar beristirahat. Karena, dari mereka diperkirakan akibat kondisi psikologis akibat beban kerja yang cukup berat ditambah kondisi di dalam tempat pekerja itu suhunya cukup panas," ujarnya.
 
Menurutnya, proses penanganan pegawai yang mengalami kesurupan di dalam pabrik itu dilakukan kepada semua perempuan supaya mereka dasar dan pulih hingga dipulangkan ke rumah untuk beristirahat. Akan tetapi, aktivitas pekerja yang mengalami kejadian berlangsung cukup lama karena ada beberapa orang sudah sadar malah kesurupan kembali dan berbagai upaya itu akhirnya mereka sadar.
 
"Atas kejadian kerusupan masal yang terjadi di dalam pabrik tersebut kembali normal pukul 12.30 WIB dan para pekerja yang mengalami kejadian tersebut dipulangkan ke rumahnya untuk beristirahat. Namun, kepulangan para pegawai dilakukannya dengan menggunakan mobil ke rumahnya masing-masing mengingat kondisi mereka lemas setelah berteriak tidak karuan," paparnya. nb
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif