Keluarga dari Ujang Sarjana seorang pelaku kasus pengeroyokan yang saat ini sedang di tahan oleh Polresta Bogor Kota
Keluarga dari Ujang Sarjana seorang pelaku kasus pengeroyokan yang saat ini sedang di tahan oleh Polresta Bogor Kota

Viral Pedagang Pasar Bogor Histeris ke Jokowi, Pamannya Dibui Tolak Pungli

Nasional pedagang kaki lima (pkl) premanisme pungutan liar Pungli presiden joko widodo
Rizky Dewantara • 22 April 2022 17:06
Bogor: Keluarga dari Ujang Sarjana, seorang pelaku kasus pengeroyokan yang saat ini ditahan oleh Polresta Bogor Kota, Kota Bogor, Jawa Barat, terus menuntut keadilan. Bahkan videonya viral di media sosial ketika meminta pertolongan ke Presiden Joko Widodo saat bertemu di Pasar Bogor.
 
"Saya tidak tahu Presiden Jokowi berkunjung, namun saya memanfaatkan momen itu. Karena mau mengadu ke mana lagi terkait kasus hukum yang menimpa paman kami," ujar Kurnialih keponakan dari Ujang Sarjana, saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 22 April 2022.
 
Dirinya berharap, pamannya yang saat ini berstatus tersangka terkait kasus pengeroyokan dapat dibebaskan dari penjara. Sebab menurut keluarga, penangkapan Ujang Sarjana janggal. Terlebih muara persoalan berasal dari pungutan liar di pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan kami keluarga paman Ujang dapat keluar atau bebas dari penjara. Kemudian di Pasar Bogor tidak ada monopoli dan pungli. Soalnya kami pedagang yang nurut sama pemerintah," akunya. 
 
Baca juga: Peraturan Turunan IKN Sudah Ditandatangani Jokowi
 
Ia menambahkan, keluarganya yang menjadi PKL (pedagang kaki lima) buah-buahan di sekitar Pasar Bogor, tepatnya di Jalan Roda, selalu melakukan kewajiban membayar iuran. Seperti bayar kebersihan dan retribusi lainya yang diatur pemerintah daerah. 
 
"Asalkan uangnya masuk ke pemerintah saya akan bayar, namun jika ada pungutan selain retribusi dan tidak masuk ke pemerintah kami tidak mau membayar," tegasnya. 
 
Di tempat yang sama, Rahman yang juga keponakan dari Ujang Sarjana, mengaku, ingin meminta keadilan terkait kasus yang menimpa kerabatnya. Ia merasa ada proses yang janggal saat penangkapan dan penetapan tersangka yang diterima Ujang. 
 
"karena kami rakyat kecil, ingin meminta keadilan seadil-adilnya. Bisa jadi kasus yang menimpa paman Ujang bukan satu-satunya yang terjadi di Indonesia. Mungkin ada kasus yang serupa tapi tidak terekspos oleh media. Jadi kedepannya kasus hukum bisa lebih terbuka dan transparan kepada umum," kata dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif