Ibu kandung Ryan, di rumahnya, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Sabtu, 21 Agustus 2021. Metro TV/ Amir Zakky
Ibu kandung Ryan, di rumahnya, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Sabtu, 21 Agustus 2021. Metro TV/ Amir Zakky

Ibunda Ryan Jombang Minta Bahar bin Smith Diproses Hukum

Nasional kekerasan terhadap prt Penganiayaan penjara
Amir Zakky • 21 Agustus 2021 15:14
Jombang: Keluarga Very Idham Henyansyah Alias Ryan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meminta Bahar bin Smith diproses hukum. Keluarga juga berharap Ryan bisa dipindah ke Lembaga Permayarakatan (Lapas) lain yang ada di Jawa Timur guna menghindari adanya kejadian serupa.
 
"Soal penganiayaan harus diproses hukum. Anak saya g boleh diperlakukan seperti itu. Saya serahkan sepenuhnya pada pengacara Pak Kasman untuk tindak lanjutnya," kata Kasiyatun, 68, Ibu kandung Ryan, saat ditemui di rumahnya, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Sabtu, 21 Agustus 2021.
 
Baca: Pembukaan Pusat Perbelanjaan dan Mal di Sleman Menunggu Restu Pusat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasiyatun mengatakan kejadian yang menimpa anaknya baru didapat pada Jumat, 20 Agustus 2021. Kabar itu datang dari pemberitaan beberapa media massa yang menyebutkan Ryan terlibat perkelahian dengan Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor dan harus dirawat di klinik.
 
"Baru tahu saya kalau anak saya dianiaya ya dari sampaen ini. Makanya kemarin-kemarin saya kok merasa ndak enak, kepikiran anak saya terus. Tau begini saya jadi pengin kesana. Sudah satu tahun saya tidak bisa besuk karena masih korona," jelasnya sembari menitikkan air mata.
 
Ibu tiga anak ini juga mengaku tidak percaya jika anak bungsunya bisa mengalami penganiayaan di dalam Lapas. Selama mendekam di penjara, Ryan disebutnya sudah banyak berubah. Bahkan Kasiyatun juga mengaku akan mengiklaskan uang yang dipinjam Bahar Bin Smith sebagai amal.
 
"Utang piutang saya iklaskan, biar jadi amal. Anaknya saya itu sudah berubah, sering telfon saya tanya kabar, tanya sudah sholat belum. Saya inginnya Ryan bisa dipindah ke lapas lain yang ada di sini supaya gak terulang," ungkapnya.
 
Saat dintanya dari mana Ryan bisa mendapatkan Uang. Kasiyatun menyebut, selama di penjara anaknya kerap diberi oleh para pembesuk dan keluarga lain. Putranya yang divonis mati akibat kasus pembunuhan berantai itu juga mempunyai penghasilan dari jualan makanan di dalam penjara.
 
"Ya jualan nasi ke napi-napi itu. Kata dia sering ada yang pinjam uang dari hasil itu dan sudah tak larang jangan dikasih. Kalau saya g bisa ngasih apa apa mas, saya lo jualan keliling di sini. Mau besuk ke lapas saja sulit cari uang," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif