Puluhan warga di Cihampelas, Kota Bandung, melakukan penutupan jalan di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Oktober 2021. Medcom.id/ P Aditya Prakasa
Puluhan warga di Cihampelas, Kota Bandung, melakukan penutupan jalan di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Oktober 2021. Medcom.id/ P Aditya Prakasa

Puluhan Sekuriti di Bandung Tutup Jalan Akibat Dipecat Sepihak

P Aditya Prakasa • 28 Oktober 2021 15:21
Bandung: Puluhan petugas keamanan atau sekuriti di salah satu apartemen di Kota Bandung menutup jalan di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Aksi tersebut dilakukan usai mereka dipecat tanpa alasan serta oleh Perhimpunan Pemilik dan Satuan Rumah Susun (P3RSRS).
 
Buliding Manager Apartemen Jardin, Rahmat Gunawan, mengatakan para petugas keamanan yang melakukan aksi itu adalah warga setempat.
 
"Mereka itu tak terima karena tiba-tiba diusir saat sedang berkerja dan digantikan langsung sama vendor yang baru oleh P3RSRS pada hari Senin tanggal 25 kemarin," kata Rahmat di Bandung, Kamis, 28 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Batal Demo saat Sumpah Pemudah, Mahasiswa Surabaya Gelar Tausiah
 
Rahmat menjelaskan karena tak terima, puluhan orang itu meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan penjelasan. Namun beberapakali rencana mediasi batal karena pihak P3RSRS tak kunjung hadir.
 
"Jalan ditutup pakai sampah dan bambu panjang. Total ada 43 orang sekuriti yang diberhentikan," jelasnya.
 
Mantan petugas keamanan apartemen tersebut, Ganjar, mengatakan awalnya pada Senin, 25 Oktober 2021 sebanyak 80 orang datang dan langsung mengusir pegawai lama. Menurutnya sebagian orang tersebut merupakan anggota ormas.
 
"Kita tidak dikasih tahu dulu awalnya, dari vendor baru datang tiba-tiba nyuruh kami pulang dalam keadaan jaga itu juga. Mereka klaim ada surat tugas jaga di Jardin dari P3SRSR," ungkapnya.
 
Keesokan harinya atau pada Selasa, 26 Oktober, Ganjar dan rekan-rekan lainnya yang merupakan warga sekitar melakukan aksi. Mereka menutup jalan di kawasan tersebut.
 
"Ini bentuk aspirasi kita dari warga. Karena akses jalan itu buat warga bukan ke Jarrdin. Aspirasi karena bentuk kekecewaan kita. Sangat menyayangkan ada kejadian kita diusir sampai disuruh pulang. Kalau secara baik-baik enggak akan ada kejadian. Kita juga enggak anarkis enggak rusak fasilitas," ujar Ganjar.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif